TAHAPAN MENGEMBANGKAN TEMA
MENGAPA MENGGUNAKAN TEMA????
Pembelajaran anak usia dini sesuai konsep Kurikulum 2013 PAUD menerapkan pembelajaran berbasis tematik sesuai pola kerja otak tahapan perkembangan anak, dimana membahas satu tema dari berbagai konsep dan aspek perkembangan. Ketika menentukan tema memiliki sifat keterbukaan dimana tema yang disusun sesuai anak usia dini memiliki karakteristik yang unik dan juga sedang dalam tahapan berpikir sesuai konsep Piaget yaitu pra-operasional, dimana pada tahapan berpikir ini anak masih bisa memiliki tahapan kemampuan berpikir secara riil/nyata. Anak hanya akan memahami cara berpikir operasional dalam mengolah informasi yang masuk ke dalam memorinya. Oleh karena itulah, pembelajaran yang tepat adalah dengan mengaitkan konsep materi dalam satu kesatuan yang berpusat pada tema merupakan pilihan tepat. Tema membingkai konsep pengetahuan dan muatan pembelajaran melalui kegiatan bermaian, (Kemdikbud, 2018;2).
Seperti kita ketahui bersama esensi pembelajaran tema adalah mengakomodir esensi cara belajar anak usia dini yaitu bermain sebagai dunia anak. Hal ini sesuai konsep yang dinyatakan oleh Sudono, (2000:1) yaitu dalam kegiatan bermain baik itu menggunakan alat ataupun tidak akan menghasilkan proses menyalurkan informasi, memberikan kesenangan maupun dapat mengembangkan imajinasi anak. Bermainlah yang akan mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak. Pengembangan tema dilakukan dengan kegiatan bermain, oleh karena itulah ada beberapa tahapan pengembangan tema yang harus dipahami oleh pendidik anak usia dini yaitu:
1. Mempelajari KD atau menyesuaikan dengan minat anak
2. Menata dan mengurutkan tema berdasarkan prinsip-prinsip pemilihan tema
3. Menjabarkan tema ke dalam sub-sub tema agar tidak terlalu luas
Adapun prinsip-prinsip pemilihan tema harus mengacu kepada hal-hal berikut ini:
1. Kedekatan; tema hendaknya dimulai serta dipilihkan dari tema yang terdekat dengan lingkungan kehidupan anak
2. Kesederhanaan; tema dipilih mulai dari yang sederhana menuju tema-tema yang lebih rumit bagi anak
3. Kemenarikan; tema hendaknya menarik minat anak dibuat berbeda sesuai tingkatan usianya
4. Daya dukung; pemilihan tema disesuaikan dengan kemampuan guru memahami tema dan ketersediaan sarpras yang ada di lingkungan sekitar
5. Keinsidentalan; tema ini berlandaskan pemilihan kondisi peristiwa atau kejadian di sekitar anak yang terjadi saat proses pembelajaran berlangsung sebaiknya juga dimasukan dalam pembelajaran meskipun tidak sesuai dengan tema yang dirancang saat itu
Hal yang tidak boleh dilupakan dalam tahapan mengembangkan tema pada lembaga PAUD menyesuaikan dengan identifikasi secara seksama dan sekaligus ketertarian anak terhadap tema tersebut, juga melihat kondisi lembaga serta kalender pendidikan tahun berjalan sehingga waktu yang direncakan sesuai dengan tema yang akan dilakukan dalam pengembangannya. Hal ini tentunya juga untuk mencapai tujuan pembelajaran dapat tercapai.
Semoga Bermanfaat
Dr. Anik Lestariningrum, M.Pd
Comments
Post a Comment