A. Makna, tujuan & fungsi kegiatan pengembangan AUD
Secara umum, tujuan pendidikan anak usia dini adalah: mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Pendidikan anak pun bisa dimaknai sebagai usaha mengoptimalkan potensi-potensi luar biasa anak yang bisa dibingkai dalam pendidikan, pembinaan terpadu, maupun pendampingan.pengoptimalan seluruh aspek perkembangan dilakukan secara holistik dimana masing-masing aspek saling berkaitan.
Kegiatan pengembangan suatu aspek dilakukan secara terpadu dengan aspek yang lain dengan menggunakan pendekatan tematik. Kelompok Bermain merupakan salah satu bentuk pendidikan anak usia dini jalur pendidikan nonformal yang memberikan layanan pendidikan bagi anak usia 2-6 tahun, untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak agar kelak siap memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikannya mengutamakan kegiatan bermain sambil belajar. Kelompok bermain menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas anak dalam suatu kegiatan yang mengasyikkan.
Penelitian yang dilakukan oleh Logue (2007), Early childhood learning standart : tools for promoting social and academic succes in kinderganten oleh alqozzine, menyatakan bahwa keberadaan seorang guru yang berkualitas di dalam kelas sangat membantu siswa dalam meningkatkan prestasi belajarnya, dengan adanya guru yang berkualitas dapat membimbing siswa dalam memaksimalkan kualitas pembelajaran siswa tersebut.
Audra dan Neuharth-Pritchett (2006) meneliti dengan judul Developmentally Appropriate Practices in Kindergarten: factors shaping teacher beliefs and practice. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa kegiatan pembelajaran berpusat pada anak (childreen-centered). Pendidik bertindak sebagai fasilitator dan evaluator. Dengan demikian, anak dapat bermain secara aktif dan berinteraksi antarsesama anak dengan penuh kegembiraan dan suasana yang menyenangkan. Hasil penelitian Dunn, dkk (2008) yang berjudul “impact of learning-style instructional strategieson student” menyatakan bahwa gaya pembelajaran, silabi, dapat mempengaruhi outcomes.
Michael S. Duggan, dkk (2009) dalam penelitiannya menyatakan “ A monitoring and evaluation framework for transformative change from sustainability programs in secondary schools”. Dinyatakan bahwa suatu monitoring dan evaluasi atau penilaian ke arah yang memberi tahu perubahan transformative program, mengembangkan pendidikan efektif untuk ketahanan prakarsa, dan meramalkan potensi mereka untuk kesuksesan atau kekurangan. Jadi, dengan adanya evaluasi atau penilaian dapat mengetahui apakah kemampuan/perkembangan siswa sudah maksimal atau belum. Membahas kualitas pembelajaran PAUD tentu tidak terlepas dari kegiatan utamanya yaitu proses pengelolaan pembelajaran (perencanaan, pelaksanaan dan penilaian) yang berlangsung atau dilaksanakan di lembaga PAUD yang bersangkutan. Proses pengelolaan pembelajaran yang tepat dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Kegiatan pengembangan suatu aspek dilakukan secara terpadu dengan aspek yang lain dengan menggunakan pendekatan tematik. Kelompok Bermain merupakan salah satu bentuk pendidikan anak usia dini jalur pendidikan nonformal yang memberikan layanan pendidikan bagi anak usia 2-6 tahun, untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak agar kelak siap memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikannya mengutamakan kegiatan bermain sambil belajar. Kelompok bermain menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas anak dalam suatu kegiatan yang mengasyikkan.
Penelitian yang dilakukan oleh Logue (2007), Early childhood learning standart : tools for promoting social and academic succes in kinderganten oleh alqozzine, menyatakan bahwa keberadaan seorang guru yang berkualitas di dalam kelas sangat membantu siswa dalam meningkatkan prestasi belajarnya, dengan adanya guru yang berkualitas dapat membimbing siswa dalam memaksimalkan kualitas pembelajaran siswa tersebut.
Audra dan Neuharth-Pritchett (2006) meneliti dengan judul Developmentally Appropriate Practices in Kindergarten: factors shaping teacher beliefs and practice. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa kegiatan pembelajaran berpusat pada anak (childreen-centered). Pendidik bertindak sebagai fasilitator dan evaluator. Dengan demikian, anak dapat bermain secara aktif dan berinteraksi antarsesama anak dengan penuh kegembiraan dan suasana yang menyenangkan. Hasil penelitian Dunn, dkk (2008) yang berjudul “impact of learning-style instructional strategieson student” menyatakan bahwa gaya pembelajaran, silabi, dapat mempengaruhi outcomes.
Michael S. Duggan, dkk (2009) dalam penelitiannya menyatakan “ A monitoring and evaluation framework for transformative change from sustainability programs in secondary schools”. Dinyatakan bahwa suatu monitoring dan evaluasi atau penilaian ke arah yang memberi tahu perubahan transformative program, mengembangkan pendidikan efektif untuk ketahanan prakarsa, dan meramalkan potensi mereka untuk kesuksesan atau kekurangan. Jadi, dengan adanya evaluasi atau penilaian dapat mengetahui apakah kemampuan/perkembangan siswa sudah maksimal atau belum. Membahas kualitas pembelajaran PAUD tentu tidak terlepas dari kegiatan utamanya yaitu proses pengelolaan pembelajaran (perencanaan, pelaksanaan dan penilaian) yang berlangsung atau dilaksanakan di lembaga PAUD yang bersangkutan. Proses pengelolaan pembelajaran yang tepat dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Kita sebagai pendidik anak usia dini harus memahami tentang beberapa fungsi pengembangan Anak Usia Dini adalah : (Sumber: https://paudanakcerdas.blogspot.com/2015/02/pengembangan-anak-usia-dini.html):
- Sebagai upaya pemberian stimulus pengembangan potensi fisik, jasmani, dan indrawi melalui metode yang dapat memberikan dorongan perkembangan fisik/motorik dan fungsi indrawi anak;
- Memberikan stimulus pengembangan motivasi, hasrat, dorongan dan emosi ke arah yang benar dan sejalan dengan tuntutan agama;
- Stimulus pengembangan fungsi akal dengan mengoptimalkan daya kognisi dan kapasitas mental anak melalui metode yang dapat mengintegrasikan pembelajaran agama dengan upaya mendorong kemampuan kognitif anak.
B.
Prinsip-prinsip kegiatan pengembangan
AUD
Dalam perkembangan individu dikenal prinsip-prinsip perkembangan sebagai berikut (Sumber : http://paudbook.blogspot.com/2012/01/prinsip-prinsip-perkembangan-anak-usia.html)
1. Perkembangan berlangsung seumur hidup dan meliputi semua aspek.
Perkembangan
bukan hanya berkenaan dengan aspek-aspek tertentu tetapi menyangkut
semua aspek. perkembangan. Aspek tertentu mungkin lebih terlihat dengan
jelas, sedangkan aspek yang lainnya tersembunyi. Perkembangan
berlangsung terus sampai akhir hayatnya, hanya pada saat tertentu
perkembangannya lambat bahkan sangat lambat, sedangkan pada saat lain
mungkin sangat cepat.
2. Setiap individu memiliki irama dan kualitas perkembangan yang berbeda.
Seorang individu
mungkin mempunyai kemampuan berpikir dan membina hubungan sosial yang
sangat tinggi dan irama perkembangannya dalam segi itu sangat cepat,
sedang dalam aspek lain seperti keterampilan atau estetika cenderung
kurang dan perkembangannya lambat. Sebaliknya, ada individu lain yang
ketrampilan dan estetikanya berkembang pesat sedangkan kemampuan
berpikir dan hubungan sosialnya agak lambat.
3. Perkembangan secara relatif beraturan, mengikuti pola-pola tertentu.
Perkembangan
sesuatu segi didahului atau mendahului segi yang lainnya. Anak bisa
merangkak sebelum anak bisa berjalan, anak bisa meraban (mengeluarkan
kata-kata yang tidak jelas dan tidak bermakna, seperti : mmm-mmm-mmm)
sebelum anak bisa berbicara, dan sebagainya.
4. Perkembangan berlangsung secara berangsur-angsur dan sedikit demi sedikit.
Secara normal
perkembangan itu berlangsung sedikit demi sedikit tetapi dalam
situasisituasi tertentu dapat juga terjadi loncatan-loncatan. Sebaliknya
dapat juga terjadi kemacetan perkembangan aspek tertentu.
5. Perkembangan berlangsung dari
kemampuan yang bersifat umum menuju pada yang lebih khusus, mengikuti
proses diferensiasi dan integrasi.
Perkembangan
dimulai dengan dikuasainya kemampuan-kemampuan yang bersifat umum,
seperti kemampuan memegang dimulai dengan memegang benda besar dengan
kedua tangannya, baru kemudian memegang dengan satu tangan tetapi dengan
ke lima jarinya. Perkembangan berikutnya ditunjukkan dengan anak dapat
memegang dengan beberapa jari, dan akhirnya menggunakan ujung-ujung
jarinya. Dalam perkembangan terjadi proses diferensiasi atau penguraian
kepada hal yang lebih kecil dan terjadi pula proses integrasi. Dalam
integrasi ini beberapa kemampuan khusus/kecil bergabung membentuk satu
kecakapan atau keterampilan.
6. Secara normal perkembangan
individu mengikuti seluruh fase, tetapi karena faktor-faktor khusus,
fase tertentu dapat dilewati secara cepat, sehingga nampak seperti tidak
melewati fase tersebut, sedangkan fase lainnya diikuti dengan sangat
lambat, sehingga nampak seperti tidak berkembang.
7. Sampai batas-batas tertentu,
perkembangan sesuatu aspek dapat dipercepat atau diperlambat.
Perkembangan dipengaruhi oleh faktor pembawaan dan juga faktor
lingkungan. Kondisi yang wajar dari pembawaan dan lingkungan dapat
menyebabkan laju perkembangan yang wajar pula. Kekurangwajaran baik yang
berlebih atau berkekurangan dari faktor pembawaan dan lingkungan dapat
menyebabkan laju perkembangan yang lebih cepat atau lebih lambat.
8. Perkembangan aspek-aspek tertentu berjalan sejajar atau berkorelasi dengan aspek lainnya.
Perkembangan
kemampuan sosial berkembang sejajar dengan kemampuan berbahasa,
kemampuan motorik sejajar dengan kemampuan pengamatan dan lain
sebagainya.
9. Pada saat-saat tertentu dan dalam bidang-bidang tertentu perkembangan pria berbeda dengan wanita.
Pada
usia 12-13 tahun, anak wanita lebih cepat matang secara sosial
dibandingkan dengan laki-laki. Fisik laki-laki umumnya tumbuh lebih
tinggi dibandingkan dengan wanita. Laki-laki lebih kuat dalam kemampuan
inteleknya sedangkan wanita lebih kuat dalam kemampuan berbahasa dan
estetikanya.
C. Bidang-bidang pengembangan AUD
6 aspek perkembangan anak usia dini yang akan dibahas dibawah ini: (Sumber: http://kb-amalia.blogspot.com/2017/12/6-aspek-perkembangan-anak-usia-dini.html)
1. Nilai Agama dan Moral
1. Nilai Agama dan Moral
Mengenal agama
yang dianut, mengerjakan ibadah, berperilaku jujur, penolong, sopan,
hormat, sportif, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, mengetahui hari
besar agama, dan menghormati (toleransi) agama orang lain.
2. Fisik Motorik
- Motorik Kasar: memiliki kemampuan gerakan tubuh secara terkoordinasi, lentur, seimbang, dan lincah dan mengikuti aturan.
- Motorik Halus: memiliki kemampuan menggunakan alat untuk mengeksplorasi dan mengekspresikan diri dalam berbagai bentuk.
- Kesehatan dan Perilaku Keselamatan: memiliki berat badan, tinggi badan, lingkar kepala sesuai usia serta memiliki kemampuan untuk berperilaku hidup bersih, sehat, dan peduli terhadap keselamatannya.
3. Kognitif
- Belajar dan pemecahan masalah: mampu memecahkan masalah sederhana dalam kehidupan sehari-hari dengan cara yang fleksibel terjadan diterima sosial dan menerapkan pengetahuan atau pengalaman dalam konteks yang baru.
- Berpikir logis: mengenal berbagai perbedaan, klasifikasi, pola, berinisiatif, berencana, dan mengenal sebab akibat.
- Berpikir simbolik: mengenal, menyebutkan, dan menggunakan lambang bilangan 1-10, mengenal abjad, serta mampu merepresentasikan berbagai benda dalam bentuk gambar.
4. Sosial Emosional
- Kesadaran diri: memperlihatkan kemampuan diri, mengenal perasaan sendiri dan mengendalikan diri, serta mampu menyesuaian diri dengan orang lain
- Rasa tanggung jawab untuk diri dan orang lain: mengetahui hak- haknya, mentaati aturan, mengatur diri sendiri, serta bertanggung jawab atas perilakunya untuk kebaikan sesama.
- Perilaku prososial: mampu bermain dengan teman sebaya, memahami perasaan, merespons, berbagi, serta menghargai hak dan pendapat orang lain; bersikap kooperatif, toleran, dan berperilaku sopan.
5. Bahasa
- Memahami (reseptif) bahasa: memahami cerita, perintah, aturan, dan menyenangi serta menghargai bacaan.
- Mengekspresikan bahasa: mampu bertanya, menjawab pertanyaan, berkomunikasi secara lisan, menceritakan kembali apa yang diketahui
- Keaksaraan: memahami hubungan bentuk dan bunyi huruf, meniru bentuk huruf, serta memahami kata dalam cerita.
6. Seni
Mengeksplorasi
dan mengekspresikan diri, berimaginasi dengan gerakan, musik, drama,
dan beragam bidang seni lainnya (seni lukis, seni rupa, kerajinan),
serta mampu mengapresiasi karya seni.
Assalamualaikaum hari ini Senin, 23 September 2019 silahkan tugas yang kemarin ditulis disini jangan lupa tulis sumbernya
ReplyDeleteNama : Putri Maula Sujarwati
ReplyDeleteNPM : 17.1.01.11.0003
Mata Kuliah : Pengelolaan Pengembangan AUD
Tingkat/Semester : 3/4
Assalamualaikum Bu Anik, saya ingin bertanya. Pada kelompok A usianya terpaut 4-5 tahun, akan tetapi pada suatu lembaga ada anak yang di titipkan umurnya 3 tahun lebih sedikit. Untuk pembelajarannya apakah disamakan dengan kelompok A yang lain ? Ataukah di berikan kegiatan sendiri sesuai kemampuannya ? Terkadang anaknya tidak mau mengerjakan apabila di berikan kegiatan lain sesuai dengan kemampuannya, karena pekerjaannya tidak sama dengan teman yang lain
jika melihat capaian perkembangan anak berdasarkan usia seharusnya diberikan layanan berbeda, tetapi jika menyikapi kasus yang dititipkan kurang usianya hanya sedikit berikan tugas yang sama tetapi apabila belum tercapai harus sering diulang stimulasi capaian perkembangan tersebut
DeleteNama : Titania Widya Prameswari
ReplyDeleteNPM : 17.1.01.11.0002
Mata Kuliah : Pengelolaan Pengembangan AUD
Tingkat / Semester : 3/5
Bu Anik mau bertanya...bagaimana mengembangkan kegiatan pembelajaran yang menarik dan bermakna bagi anak usia dini dengan biaya yang terjangkau tanpa menggunakan media yang mahal...terimakasih....
lingkungan sekitar anak adalah sumber belajar yang sangat luas dapat dimanfaatkan langsung. gunakan pendekatan saintifik murah...bermakna bagi anak. semangat
DeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDeleteNama : Yosefin Putri H.
ReplyDeleteNPM : 17.1.01.11.0006
Mata Kuliah : Pengelolahan Pengembangan AUD
Tingkat/Semester : 3/5
Selamat malam bu Anik,
Saya ingin bertanya untuk kelompok bermain, saya mempunyai peserta didik umur 3th dia anak laki laki yang sangat aktif , bahkan suka sekali membanting barang yang ada di kelas , dan bahkan saat pembelajaran berlangsung dia belum mampu melakukan kegiatanya di banding dengan teman temanya , dia juga suka berlari keluar kelas , kami sebenarnya juga berusaha membujuk serta mengajak anak tersebut untuk bermain di kelas , sudah memberikan mainan supaya dia tertarik namun upaya kita gagal saking aktifnya anak tersebut.
Bagaimana solusi untuk kami memahami karakteristik anak tersebut bu? Supaya anak tersebut bisa kami kendalikan ?
untuk kasus ini perlu kita observasi ke belakang terkait pengalaman dan riwayat anak di rumah dengan berkomunikasi dengan orang tua. ketika anak bisa diajak bicara silahkan gali informasi dari anak kegiatan yang disukainya. upaya yang dapat dilakukan hanya membuat anak fokus dan perhatian dulu...jika sudah bisa fokus baru untuk capaian perkembangan yang lain dapat terimbangi. semangat mis Yosefin...
DeleteNama : Hajar Yaumil Faizah
ReplyDeleteNPM : 17.1.01.11.0013
Mata Kuliah : Pengelolaan Pengembangan AUD
Tingkat / Semester : 3 / 5
Assalamualaikum, bu anik saya mau bertanya terkait permasalahan perkembangan anak usia dini pada aspek perkembangan sosial. Beberapa masalah sosial yang sering dialami anak adalah ingin menang sendiri, sok berkuasa, tidak mau menunggu giliran apabila sedang bermain bersama, selalu ingin diperhatikan atau memilih-milih teman, agresif dengan cara menyerang orang atau anak lain, merebut mainan atau barang orang lain, merusak barang teman lain dan ketidakmampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
Dari permasalahan di atas, apakah aspek perkembangan yang lain tetap ditingkatkan atau difokuskan pada sosial (yang bermasalah), beserta alasannya. Terimakasih
Nama : Dewi Safitri
ReplyDeleteNPM : 17.1.01.11.0015
Mata Kuliah : Pengelolaan Pengembangan AUD
Tingkat / Semester : 3 / 5
assalamualaikum, bu anik saya mau bertanya mengenai permasalahan yang dihadapi anak melalui tingkah laku yang ditunjukkan anak maupun keluhan-keluhan yang disampaikan oleh orang sekitar. Bagaimana tahap menyelasaikan permasalahan tersebut?
Terimakasih.
ketika mendengar keluhan anak tentang sikap kurang sesuai norma sebaiknya guru observasi langsug apakah benar sikap tersebut dilakukan anak, jika memang hal tersebut dilakukan tindakan selanjutnya melakukan pendekatan pada anak atau melalui pembelajaran yang membuat anak tersinsprirasi tidak mengulangi lagi sikap yang tidak diterima sosial. semoga bermaanafaat
Delete1. Prinsip Pertama : bahwa perkembangan menyangkut perubahan.Tujuan perkembangan adalah realisasi diri atas pencapaian bawaan.Sikap snak thd perubahan dipengaruhi kesadarannya akan perubahan trsebut.
ReplyDelete2. Prinsip kedua perkembangan bahwa perkembangan awal lebih penting dari perkembangan selanjutnya.
3. Prisip ketiga perkembangan bahwa perkembangan timbul dari interaksi kematangan dan belajar dengan kematangan yg menetapkan batas bagi perkembangan.
4. Prinsip keempat perkembangan bahwa pola perkembangan dapat firamalkan, walaupun.pola yg diramalkan dpt dipercepat/ diperlambat
5. Prinsip kelima perkembangan mempunyai karakteristik tertentu yang dpt diramalkan.Yang terpenting diantaranya adanya persamaan pola perkembangan bagi semua anak.
6. Prinsip keenam perkembangan bahwa trdpt perbedaan individu dalam perkembangan yg sebagaian krn kondisi.lingkungan.
7. Prinsip ketujuh perkembangan bahwa trdpt periode dlm pola perkembangan yg disebut pola pralahir, neonatus, masa bayi, masa kanak" awal, akhir masa kanak" dan masa puber.
8. Prinsip kedelapan perkembangan bahwa adanya harapan sosial untuk setiap periode perkembangan
9. Prinsip kesembilan perkembangan bahwa setiap bidang pengembangan mengandung kemungkinan bahaya baik fisik/psikologis.
10. Prinsip kesepuluh perkembangan bahwa kebahagiaan bervariasi pada periode dalam pola pe.rkembangan
teman-teman ini tulisan siapa mohon mencantumkan nama...terima kasih
Delete