MAKNA, TUJUAN, FUNGSI, DAN PRINSIP PENGEMBANGAN ANAK USIA DINI
Nama
: ADEA JERY
NURAFITRI
NPM
:
17.1.01.11.0011
Fak/Prodi
: FKIP/PG PAUD
Mata
Kuliah : Pengelolaan Pengembangan AUD
Tingkat/Semester
:3/5
A.
MAKNA, TUJUAN, FUNGSI, DAN PRINSIP PENGEMBANGAN ANAK USIA DINI
Tujuan
paud menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional, secra umum tujuan pendidikan adalah mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Berikut tujuan pendidikan anak usia
dini (paud), diantaranya yaitu:
- Membentuk
anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang
sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang
optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di
masa dewasa.
- Membantu
menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
- Intervensi
dini dengan memberikan rangsangan sehingga bisa menumbuhkan potensi yang
tersembunyi yaitu dimensi perkembangan anak (bahasa, intelektual, emosi,
sosial, motorik, konsep diri, minat, dan bakat).
- Melakukan
deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya gangguan dalam pertumbuhan
dan perkembangan potensi yang dimiliki seorang anak. (sumber:https://www.pelajaran.co.id/2018/26/pengertian-karakteristik-tujuan-fungsi-dan-komponen-pendidikan-anak-usia-dini-paud.html)
Tujuan PAUD:
1.
Sebagai
kerangka dasar (fondasi) bagi anak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan
serta pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya.
2.
Untuk
mengintervensi sejak dini dengan memberikan rangsangan edukasi sehingga dapat
menumbuhkan potensi-potensi tersembunyi yang terdapat pada anak.
3.
Mengembangkan
potensi-potensi yang sudah tampak pada anak tersebut.
4.
Agar
dapat melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya gangguan dalam
pertumbuhan dan perkembangan potensi-potensi yang dimiliki anak usia dini.
Fungsi Pendidikan
Anak Usia Dini (PAUD), diantaranya yaitu:
o
Fungsi
adaptasi, berperan
dalam membantu anak melakukan penyesuaian diri dengan berbagai kondisi
lingkungan serta menyesuaikan diri dengan keadaan dalam dirinya sendiri.
o
Fungsi
sosialisasi,
berperan dalam membantu anak agar memiliki keterampilan sosial yang berguna
dalam pergaulan dan kehidupan sehari-hari dimana anak berada.
o
Fungsi
pengembangan,
berkaitan dengan pengembangan berbagai potensi yang dimiliki anak. Setiap unsur
potensi yang dimiliki anak membutuhkan suatu situasi atau lingkungan yang bisa
menumbuh kembangkan potensi tersebut ke arah perkembangan yang optimal sehingga
menjadi potensi yang bermanfaat bagi anak itu sendiri maupun lingkungannya.
o
Fungsi
bermain,
berkaitan dengan pemberian kesempatan pada anak untuk bermain, karena pada
hakikatnya bermain itu sendiri merupakan hak anak sepanjang rentang
kehidupannya. Melalui kegiatan bermain anak akan mengeksplorasi dunianya serta
membangun pengetahuannya sendiri.
o
Fungsi
ekonomik,
pendidikan yang terencana pada anak merupakan investasi jangka panjang yang
bisa menguntungkan pada setiap rentang perkembangan selanjutnya. Terlebih,
investasi yang dilakukan berada pada masa keemasan (the golden age) yang akan
memberikan keuntungan berlipat ganda.(sumber: Menurut Wijana (2010)
PRINSIP-PRINSIP
PEMBELAJARAN PAUD
1.
Belajar Melalui Bermain
2.
Berorientasi pada perkembangan anak
3.
Berorientasi pada kebutuhan anak
4.
Berpusat pada anak
5.
Pembelajaran aktif
6.
Berorientasi pada pengembangan nilai-nilai karakter
7.
Berorientasi pada pengembangan kecakapan hidup
8. Didukung oleh lingkungan yang kondusif
9. Berorientasi pada pembelajaran yang
demokratis
10.
Pemanfaatan media belajar, sumber belajar, dan narasumber
1.
Belajar melalui bermain
Bermain
merupakan kegiatan yang paling diminati anak. Saat bermain anak melatih otot
besar dan kecil, melatih keterampilan berbahasa, menambah pengetahuan, melatih
cara mengatasi masalah, mengelola emosi, bersosialisasi, mengenal matematika,
sain, dan banyak hal lainnya.
2.
Berorientasi pada perkembangan anak
Seluruh kegiatan pembelajaran di rencanakan
dan dilaksanakan untuk mengembangkan potensi anak.
3.
Berorientasi pada kebutuhan anak
Pendidik
harus mampu memberi rangsangan pendidikanatau stimulasi sesuai dengan kebutuhan
anak, termasuk anak-anak yang mempunyai kebutuhan khusus.
4.
Berpusat pada anak
Pendidik harus menciptakan suasana yang bisa
mendorong semangat belajar, motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi,
inovasi, dan kemandirian sesuai dengan karakteristik, minat, potensi, tingkat
perkembangan, dan kebutuhan anak.
5. Pembelajaran
aktif
Pendidik
harus mampu menciptakan suasana yang mendorong anak aktif mencari, menemukan,
menentukan pilihan, mengemukakan pendapat, dan melakukan serta mengalami
sendiri.
6.
Berorientasi pada pengembangan nilainilai karakter
Pemberian
rangsangan pendidikan diarahkan untuk mengembangkan nilai-nilai yang membentuk
karakter yang positif pada anak melalui pembiasaan dan keteladanan.
7.
Berorientasi pada pengembangan kecakapan hidup
Pengembangan
kecakapan hidup dilakukan secara terpadu baik melalui pembelajaran untuk
mengembangkan kompetensi pengetahuan dan keterampilan maupun melalui pembiasaan
dan keteladanan.
8.
Didukung oleh lingkungan yang kondusif
Lingkungan
pembelajaran diciptakan sedemikian rupa agar menarik, menyenangkan, aman, dan
nyaman bagi anak. Penataan ruang diatur agar anak dapat berinteraksi dengan pendidik,
pengasuh, dan anak lain.
9.
Berorientasi pada pembelajaran yang demokratis
Pembelajaran
yang demokratis sangat diperlukan untuk mengembangkan rasa saling menghargai
antara anak dengan pendidik, dan antara anak dengan anak lain.
10.
Pemanfaatan media belajar, sumber belajar, dan narasumber Penggunaan media
belajar, sumber belajar, dan narasumber yang ada di lingkungan PAUD bertujuan
agar pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna.
(Sumber:
Fitta Ummaya Santi, )
terima kasih, sebaiknya sumber ditulis lebih lengkap
ReplyDelete