MATA KULIAH: KE-PGRI-an (KELAS TI-IA) RUANG M.9 (13.50-15.35)
Hari/Tanggal : Kamis, 26 September 2019
Hari/Tanggal : Kamis, 26 September 2019
Diskusi Kelompok kecil
buatlah kelas menjadi 4 kelompok akan membahas:
Kelomok 1-2 materi sejarah PGRI
kelompok 3-4 materi perjuangan PGRI
1. SEJARAH PGRI:
Silahkan anda buka link dibawah ini kemudian buatlah 2 kelompok terdiri atas 4-8 mahasiswa masing masing kelompok membahas 1 isi dari alamat link di bawah ini atau ada link lain materi sejenis asalkan di sebutkan sumbernya secara jelas. Buatlah resume dari hasil kerja kelompok anda kemudian jawaban langsung diisikan di blogger semangat belajar paling akhir hari ini pukul 18.00 Wib. Jangan lupa isi presensi dan jurnal perkuliahan anda:
Kelompok 1: https://id.wikipedia.org/wiki/Persatuan_Guru_Republik_Indonesia (bisa cari alternatif link lain yang materi sama)
Kelompok 2: https://sigitajiputra.wordpress.com/2009/12/07/sejarah-persatuan-guru-republik-indonesia (bisa cari alternatif link lain yang materi sama)
2. PERJUANGAN PGRI
Silahkan anda buka link dibawah ini kemudian buatlah 2 kelompok terdiri
atas 4-8 mahasiswa masing masing kelompok membahas 1 isi dari alamat
link di bawah ini atau ada link lain materi sejenis asalkan di sebutkan sumbernya secara jelas. Buatlah resume dari hasil kerja kelompok anda
kemudian jawaban langsung diisikan di blogger semangat belajar paling
akhir hari ini pukul 18.00 Wib. Jangan lupa isi presensi dan jurnal
perkuliahan anda:
Kelompok 3: https://www.republika.co.id/berita/pendidikan/eduaction/16/06/25/o9c3ft299-perjuangan-pgri-bukan-hanya-untuk-kepentingan-guru (bisa cari alternatif link lain yang materi sama)
Kelompok 4 : https://www.uinjkt.ac.id/id/pgri-rumah-perjuangan-guru/ (bisa cari alternatif link lain yang materi sama)
SELAMAT MENGERJAKAN
silahkan langsung dikerjakan di bloger
ReplyDeletejika ada pertanyaan kurang jelas tentang materi bisa bertanya disini juga
ReplyDeletemaaf bu anik, itu maksudnya di kerjakan di blogger bagaimana ya
ReplyDeletejawaban langsung post di coment
DeleteThis comment has been removed by the author.
ReplyDelete
ReplyDeleteNama: Kelompok 1
1. Achmad Youngky Fernando
2. Yuli Eko Setiawan
3. Sri Rahayu
4. Wanda Nareswara
5. Hani Hermanto
6. Aji Dewa Prasetya
7. Nuryanto
8. M. Ali Arosyid
TUGAS PERTAMA:
1. Bagaimana cara guru dalam menyampaikan pendapat/aspirasinya?
JAWAB: -Saat beraspirasi dijalan,harus baik-baik mengatur waktu agar tidak mengganggu kegiatan belajar
-Menjaga sikap,tutur kata agar tidak ditiru oleh muridnya
2. Bagaimana peran PGRI terhadap anggotanya?
JAWAB: -Memperjuangkan nasib guru dan pendidikan pada umumnya
-Membina, mengarahkan dan melindungi anggotanya dalam melaksanakan tugas
-Berperan aktif mecapai tujuan nasional yang berlandaskan UUD 1945 pada bagian “MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA”
TUGAS KE DUA:
PGHB 1912
PGHB berubah nama menjadi PGI 1932
Pada tanggal 25 november 1945 PGRI didirikan
Pada awalnya organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman belanda berdiri pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB)
Organisasi bersifat untaristik yang anggotanya dari para guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan penilik sekolah. Dengan latar pendidikan berbeda-beda, mereka umumnya bertugas di sekolah desa, dan sekolah rakyat dua.
Tidak mudah PGHPB memperjuangkan nasib para angotanya yang memilik pangkat, status sosial, dan latar belakang dalam pendidikan yang berbeda.
Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuaangan yang sejak lama tumbuh yang mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan HAK, dan posisi pihak belanda. Hasilnya antara lain adalah kepala HIS yang dulu selalu di jambat olah orang belanda, satu persatu pindah ketangan orang Indonesia. Semangat perjuangan ini semakin berkorbar dan memuncak pada kesadaran dan cita cita kemerdekaan. Perjuangan guru tidak lagi perjuaangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuaangan kesamaan HAK posisi dengan belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak “MERDEKA!!”
Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta. Melalui kongres ini segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan guru yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Indonesia. Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945 - seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.
Dengan semangat pekik “merdeka” bertalu-talu, di tengah bau mesiu pengeboman oleh tentara Inggris atas studio RRI Surakarta, mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan:
1. Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia.
2. Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan.
3. Membela hak dan nasib buruh umumnya, guru pada khususnya.
Sejak Kongres Guru Indonesia itu, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
TERIMA KASIH.
https://pastebin.com/FJqEKRie
ReplyDeleteKELOMPOK 3
mohon klik link diatas bu
mohon maaf mana hasil tugasnya, link tidak bisa saya buka
Deletehttps://www.mediafire.com/file/a6cklyzlvsjklcz/NAMA_KELOMPOK__4NPM.docx/file
ReplyDeleteKelompok 4
1. SENDY YUDHA PRATAMA 19.1.03.02.0007
2. ABDURROHMAN 19.1.03.02.0017
3. BAGAS JULIANTO 19.1.03.02.0018
4. M UBAIDILLAH 19.1.03.02.0029
5. TRI KRISNA W A 19.1.03.02.0022
6. DHELA MELANI W 19.1.03.02.0007
7. REFAN PAHATSYAH 19.1.03.02.0032
8. AKBAR FASTIO H S 19.1.03.02.0033
9. JOELYAN VICKY 19.1.03.02.0035
Resume Sejarah Persatuan Guru Indonesia (PGRI)A.
ReplyDeleteA. Gerakan Guru Pada Masa Perjuangan Kemerdekaan
Tahun 1932, Nama PGHB diganti dengan PGI ( Persatuan Guru Indonesia ). Pergantian nama “Hindia Belanda” dengan “Indonesia” dalam nama organisasi ini mengejutkan Belanda, karena nama Indonesia termasuk yang paling tidak disenangi oleh penjajah Belanda, karena mencerminkan tumbuhnya semangat nasionalisme.
Perang dunia ke II pecah pada tahun 1939. Setahun kemudian, Negeri Belanda diduduki Tentara Jepang. Pada tahun 1941, semua guru laki laki Belanda ditugaskan menjadi milisi, untuk mengatasi kekurangan guru di Indonesia. Pada zaman kedudukan Jepang keadaan berubah segala organisasi dilarang, sekolah ditutup.
Segala kegiatan pendidikan dan politik membeku. Barulah menjelang Jepang takluk kepada tentara sekutu, sekolah dibuka kembali.
B. lahirnya PGRI tanggal 25 november 1945
proklamasi 17 agustus 1945 mempunyai efek sangat besarterhadap seluruh pejuang kemerdekaan semangat proklamasi itulah yang menjiwai penyelenggaraan kongres pendidikan bangsa pada tanggal 24 – 25 november 1945 bertepat di sekolah guru putri (SGP) Surakarta, jawa tengah. Pendiri PGRI adalah Rh. Koesnan, Amin Singgih, Ali Marsaban, Djajeng Soegianto, Soemidi Adisasmita, Abdulah Noerbambang, dan Soetono.mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan dengan tujuan :
1. mempertahankan dan menyempurnakan republik Indonesian
2. mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar dasar kerakyatan
3. membela hak dan nasib buruh umumnya, guru pada khususnya
PGRI merupakan organisasi pelopor dan pejuang karna itu para pendiri PGRI mengangkat semangat persatuan dan kesatuan, tujuannya yaitu fungsi anggota PGRI sebagai pendidik bangsa bermaksud mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas hidup bangsa Indonesia dari segi pendidikan
C. PGRI pada masa perang kemerdekaan (1945 – 1949)
ReplyDeleteTujuan dan cita cita PGRI sejalan dengan cita cita bangsa Indonesia secara keseluruhan, agar perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah belanda lebih teroorganisir pemerintah pusat pada tanggal 5 oktober 1945 dibentuk TKR untuk melindungi keamanan rakyat dari provokasi dan agresi belanda
1. kongres II PGRI disurakarta tanggal 21-23 november 1946
tuntutan PGRI terhadap pemerintah :
a. system pendidikan harus pada kepentingan nasional
b. gaji guru tidak dihentikan
c. diadakan UUD pokok pendidikan dan UUD pokok pemburuan
2. kongres III PGRI dimadiun tanggal 27-29 febuari 1948
kongres dalam keadaan darurat ini memutuskan bahwa untuk meningkatkan efektivitas organisasi ditempuh jalan dengan memakarkan cabang- cabang dari karisidenan memiliki 1 cabang menjadi lebih kecil dengan anggota 100orang diharapkan hal itu lebih aktif.
D. PGRI pada masa demokrasi liberal 1950-1959
1. kongres IV PGRI diyogyakarta 26-28 febuari 1950
presiden RI menganjurkan untuk mempertahankan nama untuk maksud tujuan dan cita cita PGRI sesuai engan kehendak dan tekat para pendirinya. Pada tahun 1950 pemerintah RImengeluarkan PP no. 16/1950 yang sangat menguntungkan para guru namun pelaksanaannya sangat serat hal itu menjadi kekesalan dan kerresahan, terutama dikalagan guru di jawa barat
2. kongres V dibandung 19-24 desember 1950
permasalahan dasar adalah :
a. pakah akan memilih sosialisme keadilan sosial atau pancasila yang hasil akhirya pancasila menjadi asas organisasi
3. kongres VI dimalang 24-30 november 1952
keputusan penting dalam bidang organisasi, menetapkan asas PGRI ialah keadilan sosial dan dasarnya adalah demokrasi, PGRI tetap dalam GSBI.
4. kongres VII PGRI di semarang 24 november s/d 1 desember 1954
hasil kongres ini antara lain:
a. bidang umum: pernyataan mengenai irian barat, korupsi, resolusi mengenai desentralisasi sekolah.
b. Bidang pendidikan: resolusi mengenai anggaran belanja PP Dan K dan resolusi mengenai penyempurnaan cara kerja kementrian PP dan K
c. Bidang Pemburuhan: UUD pokok ke pegawaian, pelaksanaan peraturan gaji, pegawai baru, tunjangan khusus bagi pegawai yang tugas di daerah tidak aman.
d. Bidang organisasi: pernyataan PGRI untuk eluar dari GBSI dan menyatakan diri sebagai organisasi “Non-vaksentral”.
5. Kongres VIII PGRI di bandung 1956
• Jumlah anggota PGRI meningkat setelah diadakan konsolidasi dengan cara:
1) Kunjungan kecabang-cabang
2) Korespondensi PB PGRI dengan cabang lebih diintensifikasi
3) Tindakan-tindakan disiplin dilakukan kepada cabang yang tidak disiplin diberikan peringatan seperlunya
4) Dilakukan pembekuan terhadap pengurus cabang PGRI Palembang karena tindakan indisipliner terhadap komisariat daerah
Keterlibatan PGRI dalam symposium BMN Denpasar Bali (Juli 1957) mendapat penghargaan dan perhatian masyarakat.
• Pokok-pokok bahasan:
a) Pendidikan sebagai pewaris nilai budaya
b) Perlu adanya Indonesianisasi
c) Aspek kebudayaan agar dilegalisasikan dalam UUD
• Masalah cukup serius mendapatkan perhatian diantaranya tentang:
1) Dimasukannya pencak silat dalam pendidikan jasmani
2) Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah dalam dunia pendidikan dan masyarakat
3) Uang alat/perlengkapan sekolah dan pakaian belajar
E. PGRI pada Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965)
ReplyDeletePada kongres IX di Surabaya bulan oktober /November 1959,soebandri dkk.Melancarkan politik adudomba diantara para kongres, terutama pada waktu pemilihan Ketua Umum.Usaha tersebut tidak berhasil, ME.Sugiadinata terpilih lagi sebagai Ketua Umum BP PGRI.
1. Lahirnya PGRI Non-Yaksentral/PKI
Periode tahun 1962-1965 merupakan episode yang sangat pahit bagi PGRI. Dalam masa ini terjadi perpecahan dalam tubuh PGRI yang lebih hebat dibandingkan dengan pada periode sebelumnya. Penyebab perpecahan itu bukan demi kepentingan guruatau peropesi guru,melainkan karena ambisi politik dari luar dengan dalih”machsovorming en machsaanwending”(pembentukan kekuatan dan panggunaan kekuatan).
2. Pemecatan Massal Pejabat Departemen P&K (1964)
Pidato inangrasi Dr.Busono wiwoho pada rapat pertama Majelis Pendidikan Nasional (Mapenas)dalam kependudukannya sebagai salah seorang wakil ketua, menyarankan agar PancawarDhana diisi dengan moral “panca cinta”.sistem pendidikan pancawardhana dilandasi dengan prinsip-prinsip:
1) Perkembangan cinta bangsa dan cinta tanah air,moral nasional / internasional/ke agamaan ,
2) Perkembangan kecerdasan,
3) Perkembangan emosional – artistrik atau rasa keharuan dan keindahan lahir batin
4) Perkembangan keprigelan atau kekerajinan tangan dan,
5) Perkembangan jasmani.
• Moral panca cinta meliputi:
a. Cinta nusa dan bangsa
b. Cinta ilmu pengetahuan
c. Cinta kerja dan rakyat yang bekerja
d. Cinta perdmaian dn persahabatan antar bangsa-bangsa
e. Cinta orang tua
3. PGRI Pasca-Peristiwa G30 S/PKI
PGRI mencoba untuk turut memprakarsai dan menghimpun organisasi-organisasi pegawai negeri dakam bentuk RKS. Selanjutnya PGRI memprakarsai pendirian PSPN dengan ketua Umumnya M.E. Subiadinata. Terakhir, pada th. 1967, PGRI memprakarsai berdirinya MPBI. Sebagai pengembangan dari MPBI lahirlah FBSI.
Disambut gembira oleh para buruh kelahiran FBSI, sementara PGRI tidak mempunyai tempat dalam federasi karena banyak perbedaan yang mendasar:
1) FBSI beranggotakan unsur buruh murni
2) Anggota FBSI harus buruh swasta
3) FBSI berprinsip “trade unionisme”
4) FBSI berada di bawah pembinaan Departemen Tenaga Kerja.
F. PGRI sejak lahirnya orde baru
ReplyDelete1. Kesatuan aksi guru Indonesia KAGI
Bukti keberasilan kekuatan orde baru dalam kongres ini terlihat dari hasil” kongres di bidang unsure atau politik atau PB PGRI masa bakti XI adapun hasil” kongres XI adalah
• Menjunjung tinggi HAM
• PGRI diwakili secara resmi dalam DPRGR atau MPRS
• Frontnasional di bubarkan
• PGRI ditegaskan kembali sebagai organisasi yang bersifat UNITARISTIK,INDEPENDEN dan NON partai politik
• DLL.
Selanjutnya,hasil XI PGRI di bidang organisasi :
• INTENSIFIKASI penerangan tentang kegiatan organisasi melalui pers,Radio,TV dan Majalah Suara Guru.
• Pendidikan kader organisasi secara teratur dan terencana
• PGRI menjadi anggota WCOTP
• Dll.
2. Konsulidasi organisasi pada awal orde baru
Hubungan PGRI dengan organisasi guru mulai di rintis kembali.Pada bulan juli 1966 secara resmi diterima menjadi anggota WCOTP dalam kongres guru se Dunia soel di Korea selatan.SEtelah itu,PGRI d.undang untuk mengikuti tradeunionleader course di negeri belanda selama 4 bulan,kursus di adakan 2 angkatan :
Angkatan 1 pada tahun 1969 dan angkatan 2 1970.
3. Arti Lambing PGRI
Bentuk cakra atau lingkaran melambangkan cita – cita luhur dan daya upaya manaikan pengapdian yang terus menerus
• Ukuran,corak dan warna : bidang bagian pinggir rulingkara berwarna merah melambangkan pengabdian yang d.landasi kemurnian dan keberanian bagi kepentingan rakyat.Warna petih dengan tulisan persatuan guru republic Indonesia melambangkan paduan warna pinggir merah pitih melambangkan pengabdian pada Negara,bangsa dan tanah air Indonesia.
• Suluh berdiri tegak bercorak 4 garis tegak dan datar berwarna kuning melambangkan fungsi guru (pada penddidkan pra sekolah,dasar,menengah dan perguruan tinggi)dengan hakikat tugas pengabdian guru sebagai pendidikan yang besar dan luhur.
• Nyala api dengan 5 sinar waena merah melambangkan arti ideologi dan arti teknis yakni sasaran budi pekerti,cipta,rasa,karsa,dan karya generasi.
• 4 buku mengapit suluh dengan posisi 2 datar dan 2 tengak ( simetris)dengan warna corak putih melambangkan sumber ilmu yang menyangkut nilai” moral,pengetahuan,keterampilan,dan akhlak bagi tingkatan lembaga” pendidikan,pra sekolah,dasar,menengah, dan tinggi.
• Warna dasar tengah hijau melambangkan kemakmuran.
Arti keseluruhan :
Guru Indonesia dengan itikad dan kesadaran yang murni dengan segala keberanian,keluhuran jiwa dan kasih sayang senan tiasa menunaikan darma baktinya kepada Negara,tanah air dan bangsa Indonesia dalam budi pekerti cinta,rasa,karsa,dan karya generasi bangsa menjadi manusia pancasila yang memiliki moral,pengetahuan,keterampilan dan akhlak yang tinggi.
Pwnggunaan :
1. Sebagai lambang atau lencana
2. Sebagai panji resmi dalam upacara dan panji hiasan
3. Di pancangkan mendampingi bendera nasional merah putih dalam upacara/pertemuan organisasi oleh PGRI.
4. Berdirinya YPLP-PGRI dan wisma guru kongres XIV PGRI th. 26-29 Juni di Jakarta menghasilkan salah satu keputusan penting yaitu mengenai wisma guru.
Hikmah dan manfaat dari yang diambil dari ketetapan PGRI sebagai organisasi profesi adalah,
1) Medan perjuangan, pengbdiaan dan kekaryaan anggota PGRI dapat makin ditingkatkan dan dimantapkan
2) Upaya peningkatan mtu profesionalisme para anggota PGRI.
3) Dapat dipupuk rasa kesatuan dan kesatuan yang makin kokoh.
ReplyDeleteG. Refeleksi tentang masa depan PGRI
Apa bila kita dengan sadar dan sengaja menyediakan waktu untuk meneliti kembali secara cermat gagasan”, pola tindakan dan prestasi PGRI sejak awal berdirinya sampai sekarang maka kita temukan kembali bahwa pada hakikatnya PGRI adalah sebuah organisasi propesi pendidik dan pada umumnya dan para guru pada khususnya .berdasarkan pengamatan ertahun”,tampak jelas bahwa PGRI seperti organisasi yang lainnya mempunyai pengalaman yang penting dalam rangka mensukseskan strategi yang bersifat kuantitatif,dalam arti menggalang masa secara politis,terutama waktu menjelang pemilu.
Masa depan menuntut semakin tingginya kualitas dari pada kuantitas (jumlah anggota).
PGRI sangat berpengalaman dalam melayani para anggota’a yang sebagian besar guru SD; sementara peningkatan kualitas propesi di perlukan oleh para guru para semua jenis dan jenjang pendidikan untuk itu,PGRI di tuntut untuk lebih akrab dengan berbagai permasalahan yang di hadapi oleh para guru sekolah menengah,dan bahkan para dosen di petrguruan tinggi.
1. Andre Gus asrori
2. Ahmad Agus Rizza N.
3. Daniel Wisnu T.A
4. Desi Dwi Kurniawati
5. Frisca Ayu Fatikasari
6. Imam Nur Muttakin
7. Muhammad Irfan Maulana
8. Okta Satria Pamungkas
1. Guru sebaiknya menyampaikan pendapat secara jelas, singkat, dan juga dipahami
2. Menguatkan tanggung jawab dan mengukuhkan keahlian untuk menginspirasi anggotanya
https://www.mediafire.com/file/ejqssn45bodagr3/Kevin_Rio_Alexander.docx/file
ReplyDeletefile saya ada disana mohon dibuka
terima kasih