PENGELOLAAN PENGEMBANGAN AUD

Nama                   : Titania Widya Prameswari
NPM                    : 17.1.01.11.0002
Fak/Prodi             : FKIP / PG-PAUD
Semester/Tingkat : 5/3
Matkul                  : Pengelolaan Pengembangan AUD

A. Makna Pengelolaan Pengembangan AUD
Pada hakikatnya belajar harus berlangsung sepanjang hayat. Untuk menciptakan generasi yang berkualitas, masyarakat sangat mengharapkan adanya pendidikan yang memadai untuk putra-putrinya, terlebih pada saat mereka masih berada dalam tataran usia dini. PAUD akan menjadi cikal bakal pembentukan karakter bangsa (nation character building), sebagai titik awal dari pembentukan SDM berkualitas, yang memiliki wawasan, intelektual, kepribadian, tanggung jawab, inovatif, kreatif, proaktif, dan partisipatif serta semangat mandiri. Untuk mencapai SDM berkualitas, pendidikan dimulai dari PAUD. Oleh karena itu, manajemen PAUD diperlukan, terutama dalam rangka meningkatkan layanan pendidikan anak usia dini sehingga anak usia dini mampu mengembangkan potensinya secara optimal. Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada pengembangan pembentukan perilaku/pembiasaan meliputi: (1) perkembangan nilai-nilai agama dan moral, (2) perkembangan sosial emosional dan kemandirian dan pengembangan kemampuan dasar. Perkembangan kedua meliputi: (a) perkembangan bahasa, (b) perkembangan kognitif, dan (c) perkembangan fisik motorik. 
Kegiatan pengembangan suatu aspek dilakukan secara terpadu dengan aspek yang lain dengan menggunakan pendekatan tematik. Pendidikannya mengutamakan kegiatan bermain sambil belajar.
Hadi (2008:1) mengatakan mengenai konsep bermain sambil belajar seperti berikut. ”Konsep bermain sambil belajar serta belajar sambil bermain pada PAUD merupakan pondasi yang mengarahkan anak pada pengembangan kemampuan yang lebih beragam.  Untuk itu, perlu dipersiapkan SDM berkualitas melalui pendidikan berkualitas sejak anak usia dini, serta membenahi dan meningkatkan manajemen PAUD. 
Manajemen pembelajaran dapat diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan penilaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Terdapat beberapa penelitian yang berkaitan dengan pengelolaan pembelajaran PAUD, diantaranya :
Penelitian yang dilakukan oleh Logue (2007), Early childhood learning standart : tools for promoting social and academic succes in kinderganten oleh alqozzine, menyatakan bahwa keberadaan seorang guru yang berkualitas di dalam kelas sangat membantu siswa dalam meningkatkan prestasi belajarnya, dengan adanya guru yang berkualitas dapat membimbing siswa dalam memaksimalkan kualitas pembelajaran siswa tersebut.
Audra dan Neuharth-Pritchett (2006) meneliti dengan judul Developmentally Appropriate Practices in Kindergarten: factors shaping teacher beliefs and practice. Hasil penelitiannya menyatakan bahwa kegiatan pembelajaran berpusat pada anak (childreen-centered). Pendidik bertindak sebagai fasilitator dan evaluator. Dengan demikian, anak dapat bermain secara aktif dan berinteraksi antarsesama anak dengan penuh kegembiraan dan suasana yang menyenangkan. Hasil penelitian Dunn, dkk (2008) yang berjudul “impact of learning-style instructional strategieson student” menyatakan bahwa gaya pembelajaran, silabi, dapat mempengaruhi outcomes.
Michael S. Duggan, dkk (2009) dalam penelitiannya menyatakan “ A monitoring and evaluation framework for transformative change from sustainability programs in secondary schools”. Dinyatakan bahwa suatu monitoring dan evaluasi atau penilaian ke arah yang memberi tahu perubahan transformative program, mengembangkan pendidikan efektif untuk ketahanan prakarsa, dan meramalkan potensi mereka untuk kesuksesan atau kekurangan. Jadi, dengan adanya evaluasi atau penilaian dapat mengetahui apakah kemampuan/perkembangan siswa sudah maksimal atau belum. Membahas kualitas pembelajaran PAUD tentu tidak terlepas dari kegiatan utamanya yaitu proses pengelolaan pembelajaran (perencanaan, pelaksanaan dan penilaian) yang berlangsung atau dilaksanakan di lembaga PAUD yang bersangkutan. Proses pengelolaan pembelajaran yang tepat dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. (Sumber : Dewey John, https://www.silabus.web.id/pengelolaan-pembelajaran-paud/)
 B. Tujuan dan Fungsi Pengembangan AUD
Adapun tujuan dari pengembangan Anak Usia Dini dibedakan menjadi : (Sumber : https://paudanakcerdas.blogspot.com/2015/02/pengembangan-anak-usia-dini.html)
1. Tujuan Umum Pengembangan Anak Usia Dini adalah mengembangkan berbagai potensi anak sejak dini sebagai persiapan untuk hidup dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya
2. Tujuan khususnya adalah :
  1. Untuk membentuk anak Indonesia yang berkualitas, yaitu anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki yang optimal di dalam memasuki pendidikan dasar serta mengarungi kehidupan di masa dewasa.
  2. Untuk membantu menyiapkan anak mencapai kesiapan belajar (akademik) di sekolah.
  3. Intervensi dini dengan memberikan rangsangan sehingga dapat menumbuhkan potensi-potensi yang tersembunyi (hidden potency) yaitu dimensi perkembangan anak (bahasa, intelektual, emosi, sosial, motorik, konsep diri, minat dan bakat)
  4. Melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan terjadinya gangguan dalam pertumbuhan dan perkembangan potensi-potensi yang dimiliki anak                                                                         
Adapun Fungsi Pengembangan Anak Usia Dini antara lain :
  1. Sebagai upaya pemberian stimulus pengembangan potensi fisik, jasmani, dan indrawi melalui metode yang dapat memberikan dorongan perkembangan fisik/motorik dan fungsi indrawi anak;
  2. Memberikan stimulus pengembangan motivasi, hasrat, dorongan dan emosi ke arah yang benar dan sejalan dengan tuntutan agama;
  3. Stimulus pengembangan fungsi akal dengan mengoptimalkan daya kognisi dan kapasitas mental anak melalui metode yang dapat mengintegrasikan pembelajaran agama dengan upaya mendorong kemampuan kognitif anak.                 
C. Prinsip Pengembangan Anak Usia Dini
Adapun beberapa prinsip pengembangan anak usia dini yang harus diperhatikan antara lain : (Sumber :https://paudanakcerdas.blogspot.com/2015/02/pengembangan-anak-usia-dini.html) :
1.       Anak sebagai pembelajar aktif
Pendidikan hendaknya mengarahkan anak untuk menjadi belajar yang aktif melalui pendidikan yang dirancang secara kreatif.
2.       Anak belajar melalui sensori dan pancar indera
Pembelajaran pada anak hendaknya mengarahkan anak pada berbagai kemampuan yang dapat dilakukan oleh seluruh inderanya.
3.       Anak membangun pengetahuan sendiri
Anak dibiarkan belajar melalui pengalaman-pengalaman dan pengetahuan yang dialaminya sejak anak lahir dan pengetahuan yang telah anak dapatkan selama hidup.
4.       Anak berpikir melalui benda konkret
Anak harus diberikan pembelajaran dengan benda-benda yang nyata agar anak tidak menerawang atau bingung.
5.       Anak belajar dari lingkungan
Pendidikan merupakan usaha sadar yang dilakukan sengaja dan terencana untuk membantu anak mengembangkan potensi secara optimal sehingga anak mampu beradaptasi dengan lingkungannya.
                                                      

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pentingnya Perencanaan Pembelajaran Anak Usia Dini

MAKNA, TUJUAN, FUNGSI, DAN PRINSIP PENGEMBANGAN ANAK USIA DINI