PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN (Mata Kuliah: DDTK, Reg. 2016)
     Keunikan  yang dimiliki anak usia dini dimana selalu tumbuh dan berkembang sejak konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. Itulah sebagai pembeda dengan orang dewasa, dimana anak bukan orang dewasa kecil. Anak akan menujukan ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan dengan usianya. Konsep pertumbuhan berkaitan dengan bertambahknya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Perkembangan dikaitkan dengan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak dasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian. Pertumbuhan terjadi secara simultan dengan perkembangan (Kementrian Kesehatan RI, 2016;3).
     

Karakteristik Perkembangan Anak Usia Dini       

      Masa usia dini merupakan masa yang penting yang perlu mendapat penanganan  sedini mungkin. Beberapa ahli pendidikan berpendapat bahwa masa anak usia dini merupakan masa perkembangan yang sangat pesat dan fundamental bagi kehidupan selanjutnya. Anak memiliki dunia dan karakteristik tersendiri yang jauh berbeda dari dunia dan karakteristik orang dewasa. Anak sangat aktif, dinamis, antusias dan hampir selalu ingin tahu terhadap apa yang dilihat dan didengarnya, seolah-olah tak pernah berhenti untuk belajar. Sehingga dibutuhkan pengertian serta wawasan yang luas bagi orang tua dalam memahami karakteristik anak. Sehingga nantinya tidak akan memberikan pengaruh buruk pada perkembangan anak. Berikut ini ada beberapa karakteristik anak usia dini yang perlu anda ketahui.

 Menurut Kartini Kartono dalam Saring Marsudi (dalamhttps://tipsserbaserbi.blogspot.com/2015/07/pengertian-karakteristik-anak-usia-dini.html ) mendiskripsikan karakteristik anak usia dini sebagai berikut :
1) Bersifat egoisantris naif
Anak memandang dunia luar dari pandangannya sendiri, sesuai dengan pengetahuan dan pemahamannya sendiri, dibatasi oleh perasaan dan pikirannya yang masih sempit. Maka anak belum mampu memahami arti sebenarnya dari suatu peristiwa dan belum mampu menempatkan diri ke dalam kehidupan orang lain.
2) Relasi sosial yang primitif
Relasi sosial yang primitif merupakan akibat dari sifat egoisantris naif. Ciri ini ditandai oleh kehidupan anak yang belum dapat memisahkan antara dirinya dengan keadaan lingkungan sosialnya. Anak pada masa ini hanya memiliki minat terhadap benda-benda atau peristiwa yang sesuai dengan daya fantasinya. Anak mulai membangun dunianya dengan khayalan dan keinginannya sendiri.
3) Kesatuan jasmani dan rohani yang hampir tidak terpisahkan
Anak belum dapat membedakan antara dunia lahiriah dan batiniah. Isi lahiriah dan batiniah masih merupakan kesatuan yang utuh. Penghayatan anak terhadap sesuatu dikeluarkan atau diekspresikan secara bebas, spontan dan jujur baik dalam mimik, tingkah laku maupun pura-pura, anak mengekspresikannya secara terbuka karena itu janganlah mengajari atau membiasakan anak untuk tidak jujur.
4) Sikap hidup yang disiognomis
Anak bersikap fisiognomis terhadap dunianya, artinya secara langsung anak memberikan atribut atau sifat lahiriah atau sifat konkrit, nyata terhadap apa yang dihayatinya. Kondisi ini disebabkan karena pemahaman anak terhadap apa yang dihadapinya masih bersifat menyatu (totaliter) antara jasmani dan rohani. Anak belum dapat membedakan antara benda hidup dan benda mati. Segala sesuatu yang ada disekitarnya dianggap memiliki jiwa yang merupakan makhluk hidup yang memiliki jasmani dan rohani sekaligus, seperti dirinya sendiri.

Apa Saja 6 Aspek Perkembangan Anak di Usia Dini? 

(Sumber: https://www.guesehat.com/apa-saja-6-aspek-perkembangan-anak-di-usia-dini)

  

  • Penting bagi orang tua untuk mengikuti tahap perkembangan anak. Di setiap tahapan tersebut, mereka akan menunjukkan sebuah kebiasaan yang baru. Bila Mums dan Dads bisa mengarahkan dengan penuh kesabaran, kebiasaan yang bagus akan terbentuk. Bahkan, nilai kepercayaan diri terhadap diri mereka sendiri bisa berubah. Karenanya, tidak jarang orang tua akan menemukan keahlian spesifik yang bisa dikembangkan. 

    Pendidik perlu mengetahui terdapat 6 aspek perkembangan anak usia dini. Di dalam setiap aspek ini, tidak hanya kebutuhan fisik saja yang perlu diperhatikan, melainkan juga hal-hal yang bersifat sosial, kejiwaan, dan sebagainya. Setiap aspek ini berpengaruh satu sama lain dalam mempersiapkan si Kecil menjadi pribadi yang sehat, baik secara jasmani maupun jiwa.

    1. Nilai Agama dan Moral

    Setiap anak, terutama di Indonesia, selalu dibesarkan dengan nilai-nilai agama. Si Kecil perlu mengenal agama yang dianut dan menjalankan ibadah, plus berkomunitas. Agama juga banyak mengajarkan sikap-sikap yang benar, seperti menolong sesama, jujur, sopan, hormat, dan toleransi dengan penganut agama yang berbeda.

    Bila nilai-nilai ini dikembangkan, niscaya akan membawa hal baik pada masyarakat Indonesia secara majemuk. Orang tua dan lingkungan terdekat sebaiknya mempraktikkan nilai-nilai agama dan moral ini, untuk mendukung si Kecil mendapat nilai-nilai yang benar.

    2. Fisik dan Motorik

    Fisik motorik adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan perkembangan tubuh.
  • Motorik halus adalah kemampuan untuk menggunakan alat untuk ekplorasi dan ekspresi diri, seperti menggunakan pensil.
  • Motorik kasar adalah kemampuan tubuh berkoordinasi, seimbang, lincah dan lentur sesuai peraturan. 
  • Perkembangan fisik dan perilaku keselamatan, yaitu memiliki berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala yang sesuai dengan usianya. Si Kecil juga perlu memiliki kemampuan hidup bersih dan sehat. Ia juga perlu peduli akan keselamatannya sendiri.
             3. Kognitif
Aspek kognitif berhubungan erat dengan akal dan pikiran. Pertumbuhan di area ini sangat luas, tidak hanya di sekolah tetapi juga dari permainan-permainan yang mengajak si Kecil berpikir. Pada aspek ini, ia akan belajar:
  • Memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan praktis, fleksibel, dan diterima secara sosial. Ia juga bisa menerapkan pengetahuan dan pengalaman dalam suatu kondisi yang baru ditemui.
  • Si Kecil bisa berpikir logis, seperti mengenal perbedaan, pola, klasifikasi, sebab akibat, perencanaan, dan insiatif.
  • Si Kecil juga bisa mengenal, menyebutkan, serta menggunakan lambang-lambang seperti angka dan abjad. Si Kecil juga bisa menggambarkan ulang sesuatu yang pernah dilihatnya.
          4. Sosial Emosional
Pada aspek tahap perkembangan yang satu ini, sangat terkait erat dengan pengenalan diri dan orang-orang di sekitar.
  • Si Kecil mulai memperlihatkan kemampuan diri yang dimilikinya. Ia juga mengenal perasaan sendiri, mengendalikan diri, dan menyesuaikan diri dengan orang lain.
  • Ia belajar bertanggung jawab bagi dirinya dan orang lain. Ia mulai mempelajari hak-haknya, aturan, dan bertanggung jawab atas perilakunya untuk kebaikan sesama.
  • Ia juga lebih senang bermain dengan teman sebaya, memahami perasaan, merespons, berbagi, mendengarkan, serta menghargai hak dan pendapat orang lain. Ia pun lebih kooperatif dan bisa berperilaku sopan.
         5. Bahasa
  • Si Kecil lebih memahami hal yang dimaksudkan orang tua, seperti perintah, aturan, cerita, dan menghargai bacaan.
  • Ia bisa berbahasa dengan baik, seperti tanya jawab dan menceritakan kembali.
  • Ia juga lebih memahami bentuk dan bunyi huruf.

    6. Seni

    Setiap anak terlahir imajinatif. Maka, tidaklah aneh kalau seni termasuk dalam 6 aspek perkembangan anak usia dini. Dia bisa bereksplorasi dan mengekspresikan diri dalam hal musik, drama, lukisan, kerajinan, dan masih banyak lagi. Ia juga lebih menghargai hasil karya seni.

Comments

  1. setelah membaca pengantar pertemuan ke-3 ini Selasa 24 September 2019 silahkan buka buku panduan halaman 8 s.d 10 dari bagian tahapan perkembangan anak menurut umur. silahkan perhatian tahapan perkembangan usia 0-72 bulan silahkan buat resume secara kelompok kelas menjadi 6 kelompok masing-masing memilih 1 aspek perkembangan. hasil resume ditulis di bloger sebagai laporan tulis nama, anggota kelompok, aspek perkembangan yang diamatai
    contoh:
    Nama: kelompok 1 (Budi, susi, Dina)
    Aspek Perkembangan anak 0-72 bulan: (kerjakan sesuai per tahapan dari buku)
    usia 0-3 bulan:
    1. Nilai Agama Moral: .....
    2. Fisik Motorik: ......
    3. Bahasa: ......
    4. Kognitif: .......
    5. Sosial Emosional: .........
    6. Seni: ..........
    Selamat mengerjakan...tugas langsung hari ini ditulis di bloger ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nama : Kelompok 1 1.Ana nur hidayah
      2.Yantik Apriliasari

      Aspek perkembangan nilai agama dan moral.
      Setiap anak terutama di Indonesia,selalu dibesarkan dengan nilai-nilai agama dan juga banyak diajarkan sikap sikap yang benar.Hal-hal yang nampak pada anak usia dini dalam aspek nilai agama dan moral adalah :
      1. Berperilaku jujur
      2. Mengenal kegiatan ibadah
      3. Mengenal perilaku baik
      4. Kebersihan diri
      5. Penolong,dll

      - Karakteristik perkembangan nilai agama dan moral menurut tahapan usia diantaranya :
      A. Usia 0-3 bulan
      - Membalas tersenyum ketika diajak bicara/tersenyum.

      B. Usia 3-6 bulan
      -

      C. Umur 6-9 bulan
      - Makan kue sendiri

      D. Umur 9-12 bulan
      -

      E. Umur 12-18 bulan
      - Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis/ merengek,anak bisa mengeluarkan suara yang menyenangkan atau menaruk tangan ibu.

      F. Umur 18-24 bulan
      - Membantu / menirukan pekerjaan rumah tangga.

      G. Umur 24-36 bulan
      - Membantu memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring jika diminta
      - Makan nasi sendiri tanpa banyaj tumpah
      - Melepas pakaiannya sendiri

      H. Umur 36-48 bulan
      - Mengenakan celana panjang,kemeja baju.

      I. Umur 48-60 bulan
      - Berpakaian sendiri tanpa di bantu
      - Bereaksi tentang dan tidak ketika ditinggal ibu.

      J. Umur 60-72 bulan
      - mengungkapkan simpati
      - Berpakaian sendiri tanpa di bantu

      Delete
  2. Nama kelompok 4:
    1. Mita avcarina (16.1.01.11.0002)
    2. Desy misnawati( 16.1.01.11.0007)
    3. Yesi karela ( 16.1.01.11.0011)
    Aspek perkembangan kognitif anak umur 0-3 bulan
    1. Melihat dan menatapa wajah anda
    2.mengenal ibu dengan penglihatan, penciuman, pendengaran, kontak

    Umur 3-6bulan
    1. Berusaha memperluas pandangan
    2. Mengarahkan matanya pada benda" kecil

    Umur 6-9 bulan
    1. Memindahkan benda dari tangan 1 ke tangan yang lain
    2. Memungut 2 benda masing - masing lengan pegang 1 benda pada saat yang bersamaan
    3. Memungut benda sebesar kacang dengan meraup
    4. Mencari mainan / benda yang dijatuhkan

    Umur 9-12 bulan
    1. Memasukan benda ke mulut
    2. Menyebutkan 2-3 suku kata yang sama tanpa arti

    Umur 12-18 bulan
    1. Membungkung memungut mainan kemudian berdiri kembali
    2. Menumpuk 2 kubus
    3. Memasukan kubus dikotak

    Umur 18-24 bulan
    1. Menumpuk 4 buah kubus
    2. Memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk
    3. Mengelindingkan bola ke arah sasaran
    4. Menyebutkna 3-6 kata yang mempunyai arti
    5. Memegang cangkir sendiri, belajar makan minum sendiri

    Umur 24-36 bulan
    1. Dapat menunjukan 1 atau lebih bagian tubuhnya ketika diminta
    2. Melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama 2 benda atau lebih
    3. Makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah

    Umur 36-48 bulan
    1. Menumpuk 8 buah kubus
    2. Mengenal 2-4 warna
    3. Menyebut nama, umur, tempat
    4. Mengerti arti kata diatas, dibawah, didepan

    Umur 48-60 bulan
    1. Mengancing baju atau pakaian boneka
    2. Bisa membandingkan atau membedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya
    3. Menyebut angka, menghitung jari

    Umur 60-72 bulan
    1. Menggambar dengan 6 bagian, menggambar orang lengkap
    2. Menangkap bola kecil dengan kedua tangan
    3. Mengenal angka, bisa menghitung angka 5-10
    4. Mengenal warna warni
    5. Mengikuti aturan permainan

    ReplyDelete
  3. Nama : Kelompok 5
    Anggota : AGUSTIA BUDIARTI
    NIA ISTI ISABELA
    PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL

    1. Umur 0-3 Bulan
    a. Suka tertawa keras
    b. Beraksi terkejud terhadap suara keras
    c. Membalas tersenyum ketika diajak bicara / tersenyum

    2. Umur 3-6 Bulan
    a. Tersenyum ketika melihat mainan/ gambaf yang menarik saat bermain sendiri

    3. Umur 6-9 Bulan
    a. Bergembira dengan melempar benda

    4. Umur 9-12 Bulan
    a. Senang diajak bermain ( CILUK BAAA )

    5. Umur 12-18 Bulan
    a. Menunjuk apa yang diinginkn tanpa menangis / merenggek, anak bisa mengeluarkan suara yang menyenangkan atau menarik tangan ibu
    b. Memperlihatkan rasa cemburu / bersaing

    6. Umur 18-24 Bulan
    a. Membantu atau menirukan pekerjaan keluarga

    7. Umur 24-36
    a. Membantu memunggut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring jika diminta

    8. Umur 36-48 Bulan
    a. ----

    9. Umur 48-60 Bulan
    a. Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu

    10. Umur 60-72 Bulan
    a. Mengungkapkan simpati

    ReplyDelete
  4. Nama kelompok 6
    1.Dewi yuliani
    2. Yenny dwi astutik
    PERKEMBANGAN SENI
    Aspek perkembangan anak 0-72 bulan.
    *Pada aspek seni umur 0-48 bulan belum mampu mengeksplorasi dan mengekspresikan dirinya.
    *Pada aspek seni umur 48-60 bulan, Anak mampu menari, Menggambar lingkaran, dan Menggambar orang dengan 3 bagian tubuh.
    *Pada aspek seni umur 60-72 bulan, Anak mampu menggambar dengan 6 bagian, menggambar orang lengkap.

    ReplyDelete
  5. Nama : Kelompok 2 (Dedek W dan Tri Yuliana)
    Aspek Perkembangan Anak 0-72 bulan)
    PERKEMBANGAN FISIK MOTORIK
    1. Umur 0-3 bulan
    - Mengangkat kepala setinggi 45 *
    - Menggerakkan kepala dari kiri atau kanan ke tengah
    2. Umur 3-6 bulan
    - Berbalik dari telungkup ke telentang
    - Mengangkat kepala setinggi 90*
    - Mempertahankan posisi kepala tetap tegak dan stabil
    - Menggenggam pensil
    - Meraih benda yang ada dalam jangkauannya
    - Memengang tangannya sendiri
    - Berusaha memperluas pandangan
    - Mengarahkan matanya pada benda - benda kecil
    3. Umur 6-9 bulan
    - Duduk (sikap tripoid-sendiri)
    - Belajar berdiri, kedua kakinya menyangga sebagian berat badan
    - Merangkak meraih mainan atau mendekati seseorang
    - Memindahkan benda dari tangan satu ke tangan yang lain
    - Bermain tepuk tangan atau ciluk baa
    - Bergembira dengan melempar benda
    4. Umur 9-12 bulan
    - Mengangkat benda ke posisi berdiri
    - Belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangan di kursi
    - Dapat berjalan dengan dituntun
    - Mengulurkan lengan atau badan untuk meraih mainan yang diinginkan
    - Menggenggam erat pensil
    5. Umur 12-15 bulan
    - Berdiri sendiri tanpa berpegangan
    - Membungkung memungut maina kemudian berdiri kembali
    - Berjalan kundur lima langkah
    6. Umur 18-24 bulan
    - Berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik
    - Berjalan tanpa terhuyung-huyung
    - Bertepuk tangan, melambai-lambai
    - Memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk
    - Menggelindingkan bola ke arah sasaran
    - Membantu atau menirukan pekerjaan rumah tangga
    7. Umur 24-36 bulan
    - Jalan naik tangga sendiri
    - Dapat bermain dengan sandal kecil
    - Mencoret-coret pensil pada kertas
    - Melepas pakaiannya sendiri
    8. Umur 36-48 bulan
    - Berdiri satu kaki 2 detik
    - Melompat kedua kaki diangkat
    - Mengayuh sepeda roda tiga
    - Menggambar garis lurus
    - Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri
    - Mengenakan celana panjang, kemeja baju
    9. Umur 48-60 bulan
    - Berdiri satu kaki 6 detik
    - Melompat-lompat satu kaki
    - Menari
    - Menggambar tanda silang
    - Menggambar lingkaran
    - Mengancing baju atau pakaian boneka
    - Berpakaian sendiri tanpa dibantu
    10. Umur 60-72 bulan
    - Berjalan lurus
    - Berdiri dengan satu kaki selama 11 detik
    - Menangkap bola kecil dengan kedua tangan


    ReplyDelete
  6. Kelompok 3:
    1. Umi zahrotul azizah
    2. Juwaidah

    Aspek perkembangan anak usia 0-72 bulan
    PERKEMBANGAN BAHASA
    a. Umur 0-3 bulan
    - Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh
    - Membalas tersenyum ketika diajak bicara atau tersenyum
    b. Umur 3-6 bulan
    - Mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau memekik
    c. Umur 6-9 bulan
    - Bersuara tanpa arti, mamama, bababa, dadada, tatata
    - Bermain tepuk tangan atau ciluk ba
    d. Umur 9-12 bulan
    - Mengulang, menirukan bunyi yang didengarkan
    - Menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti
    - Beraksi terhadap suara perlahan atau bisikan
    - Senang diajak bermain ciluk ba
    e. Umur 12-18 bulan
    - Memanggil ayah dengan kata papa
    - Memanggil ibu dengan kata mama
    - Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis/ merengek, anak bisa mengeluarkan suara yang menyenangkan atau menarik tangan ibu
    f. Umur 18- 24 bulan
    - Menyebutkan 3-6 kata yang mempunyai arti
    g. Umur 24-36 bulan
    - Bicara dengan baik menggunakan 2 kata
    h. Umur 36- 48 bulan
    - Menyebut nama, umur, tempat
    - Mengerti arti kata di atas, di bawah, di depan
    - Mendengarkan cerita
    i. Umur 48-60 bulan
    - Menyebut nama lengkap tanpa di bantu
    - Senang menyebut kata-kata baru
    - Senang bertanya tentang sesuatu
    - Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar
    - Bicara mudah dimengerti
    - Menyebut nama-nama hari
    j. Umur 60-72 bulan
    - Mengerti arti lawan kata
    - Mengerti pembicaraan yang menggunakan 7 kata atau lebih
    - Menjawab pertanyaan tentang benda terbuat dari apa dan kegunaannya
    - Mengungkapkan simpati
    - Mengikuti aturan permainan

    ReplyDelete
  7. A N I D A
    Nama Kelompok :
    1. Putri Purnama Sari
    2. Anida

    Aspek Perkembangan NAM
    Menurut tahapan Usia
    1. Usia 0 - 3 bulan
    - Membalas tersenyum ketika diajak bicara
    2. Usia 3 - 6 bulan
    -
    3. Usia 6 - 9 bulan
    -
    4. Usia 9 - 12 bulan
    -
    5. Usia 12 - 18 bulan
    - Menunjuk apa yang diinginkan tanpa menangis/merengek
    6. Usia 18 - 24 bulan
    - Membantu/menirukan pekerjaan rumah tangga
    7. Usia 24 - 36 bulan
    - Membantu memungut mainannya sendiri
    - Makan nasi sendiri tanpa tumpah
    - Melepas pakainnya sendiri
    8. Usia 36 - 48 bulan
    - Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri
    - Mengenakan celana panjang, kemeja, baju
    9. Usia 48 - 60 bulan
    - Berpakaian sendiri tanpa dibantu
    - Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu

    Aspek Perkembangan Seni
    Pada Usia 0 - 48 bulan
    - Anak belum mampu mengekpresikan diri
    Usia 48 - 60 bulan
    - Menari
    - Meggambar tanda silang
    - Menggambar lingkaran
    - Menggambar orang dengan 3 bagian tubuh
    Usia 60 - 72 bulan
    - Menggambar dengan 6 bagian, menggambar lengkap

    Aspek Perkembangan Bahasa
    1. Usia 0 - 3 bulan
    - Mengoceh dengan spontan/bereaksi dengan spontan
    2. Usia 3 - 6 bulan
    - Mengeluarkan suara gembira bernada tinggi/memekik
    3. Usia 6 - 9 bulan
    - Bermain tepuk tangan/ciluk baa
    4. Usia 9 - 12 bulan
    - Mengulang menirukan bunyi yang didengarkan
    - Menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti
    - Bereaksi terhadap suara perlahan/bisikan
    - Senang diajak bermain ciluk baa
    5. Usia 12 - 18 bulan
    - Memanggil ayah dengan "papa", memanggil ibu dengan "mama"
    6. Usia 18 - 24 bulan
    -menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti
    7. Usia 24 - 36 bulan
    - Bicara yang baik dengan 2 kata
    8. Usia 36 - 48 bulan
    - Menyebut nama, umur, tempat
    - Mendengarkan cerita
    9. Usia 48 - 60 bulan
    - Menyebut nama lengkap tanpa dibantu
    - Senang menyebut kata-kata baru
    - Senang bertanya tentang sesuatu
    - Menjawab pertanyaan dengan kata-kata yang benar
    - Bicara mudah dimengerti
    - Menyebut nama-nama hari
    10. Usia 60 - 72 bulan
    - Mengerti arti lawan kata
    - Mengerti pembicaraan yang menggunakan 7 kata/lebih
    - Menjawab pertanyaan ttg benda terbuat dari apa dan kegunaannya
    - Mengungkapkan simpati
    - Mengikuti aturan permainan
    -

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pentingnya Perencanaan Pembelajaran Anak Usia Dini

MAKNA, TUJUAN, FUNGSI, DAN PRINSIP PENGEMBANGAN ANAK USIA DINI