prinsip pengembang AUD

Nama                           : Nisa RahmawatiNPM                           : 17.1.01.11.0004Fak/Prodi                    : FKIP / PG-PAUDMata Kuliah                : Pengelolaan Pengembangan AUDTingkat/Semester        : 3 / 5


Perkembangan anak usia dini sifatnya holistik, yaitu dapat berkembang optimal apabila sehat badannya, cukup gizinya dan didik secara baik dan benar. Prinsip-prinsip perkembangan anak usia dini, Hurlock dalam Suyadi mengemukakan sepuluh prinsip-prinsip perkembangan anak sebagaimana berikut ini:
1. Perkembangan berimplikasi pada perubahan, tetapi perubahan belum tentu termasuk dalam kategori perkembangan karena perkembangan adalah realisasi diri atau pencapaian kemampuan bawaan.
2 Perkembangan awal lebih penting atau lebih kritis dari pada perkembangan selanjutnya karena perkembangan awal menjadi dasar bagi perkembangan berikutnya.
3. Kematangan (sosial-emosional, mental, dan lain-lain) dapat dimaknai sebagai bagian dari perkembangan karen perkembangan timbul dari interaksi kematangan dan belajar.
4. Pola perkembangan dapat diprediksikan, walupun pola yang dapat diprediksikan tersebut dapat diperlambat atau dipercepat oleh kondisi lingkungan di masa pralahir dan pascalahir.
5. Pola perkembangan mempunyai karakteristik tertentu yang dapat diprediksikan. Pola perkembangan yang terpenting di antaranya adalah adanya persamaan bentuk perkembangan bagi semua anak. perkembangan terjadi secara berkesinambungan berbagai bidang berkembang dengan kecepatan yang berbeda dan terdapat korelasi dalam perkembangan yang berlangsung.
6. Terdapat perbedaan individu dalam perkembangan yang sebagian karena pengaruh bawaan (gen) atau keturunan dan sebagian yang lain karena kondisi lingkungan. Perbedaan pola perkembangan ini berlaku baik dalam perkembangan fisik maupun psikis.
7.Setiap perkembangan pasti melalui fase-fase tertentu secara periodik mulai dari periode pralahir (masa pembuahan sampai lahir), periode neonatus (lahir sampai 10-24 hari), periode bayi (2 minggu sampai 2 tahun), periode kanak-kanak awal (2 sampai 6 tahun), periode kanak-kanak akhir (6 sampai 13-14 tahun). Dalam semua periode tersebut terdapat saat-saat keseimbangan dan ketidakseimbangan; serta pola perilaku yang normal dan yang terbawa dari periode sebelumny, biasanya disebut perilaku “bermasalah” (abnormal).
8. Setiap periode perkembangan pasti ada harapan sosial untuk anak. Harapan sosial tersebut adalah tugas perkembangan yang memungkinkan orang tua dan guru mengetahui pada usia berapa anak mampu menguasai berbagai pola perilaku yang diperlukan bagi penyesuaian sosial yang baik.
9. Keberhasilan melakukan tugas perkembangan sosial membuat kebahagian pada anak, dan berimplikasi pada keberhasilan dalam tugas-tugas lain selanjutnya.
10. Setiap metode perkembangan memiliki makna kebahagiaan yang bervariasi pada anak,

( http://journal.stainkudus.ac.id/index.php/thufula/article/download/4733/3059 )


Comments

  1. terima kasih, jika dimuat jurnal ada penulis sebaiknya ditulis nama penulis artikel tersebut

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pentingnya Perencanaan Pembelajaran Anak Usia Dini