Prinsip Pengembangan AUD
Nama :
Brigita Ika Susanti
NPM :
17.1.01.11.0019
Fak/Prodi : FKIP
/ PG-PAUD
Mata Kuliah :
Pengelolaan Pengembangan AUD
Tingkat/Semester : 3 / 5
Prinsip-prinsip Perkembangan Anak Usia Dini.
Dapat disimpulkan bahwa Prinsip-prinsip
perkembangan anak usia dini berbeda dengan prinsip-prinsip perkembangan fase
kanak-kanak akhir dan seterusnya. Adapun prinsip-prinsip perkembangan anak usia
dini menurut Bredekamp dan Coople (Siti Aisyah dkk., 2007 : 1.17 – 1.23) adalah
sebagai berikut :
1. Perkembangan aspek fisik, sosial, emosional, dan kgnitif anak
saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu sama lain. Perkembangan
fisik/motorik, emosi, social, bahasa, dan kgnitif anak terjadi dalam suatu
urutan tertentu yang relative dapat diramalkan. Perkembangan berlangsung dalam
rentang yang bervariasi antar anak dan antar bidang pengembangan dari
masing-masing fungsi. Pengalaman awal anak memiliki pengaruh kumulatif dan
tertunda terhadap perkembangan anak. Perkembangan anak berlangsung ke arah yang makin kompleks, khusus,
terorganisasi dan terinternalisasi.
2. Perkembangan dan cara belajar anak terjadi dan dipengaruhi
oleh konteks social budaya yang majemuk.
Anak adalah pembelajar aktif, yang berusaha membangun pemahamannya tentang tentang lingkungan sekitar dari pengalaman fisik, social, dan pengetahuan yang diperolehnya. Perkembangan dan belajar merupakan interaksi kematangan biologis dan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial.
Anak adalah pembelajar aktif, yang berusaha membangun pemahamannya tentang tentang lingkungan sekitar dari pengalaman fisik, social, dan pengetahuan yang diperolehnya. Perkembangan dan belajar merupakan interaksi kematangan biologis dan lingkungan, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial.
3. Bermain merupakan sarana penting bagi perkembangan social,
emosional, dan kognitif anak serta menggambarkan perkembangan anak. Perkembangan
akan mengalami percepatan bila anak berkesempatan untuk mempraktikkan berbagai
keterampilan yang diperoleh dan mengalami tantangan setingkat lebih tinggi dari
hal-hal yang telah dikuasainya. Anak memiliki modalitas beragam (ada tipe
visual, auditif, kinestetik, atau gabungan dari tipe-tipe itu) untuk mengetahui
sesuatu sehingga dapat belajar hal yang berbeda pula dalam memperlihatkan
hal-hal yang diketahuinya. Kondisi terbaik anak untuk berkembang dan belajar
adalam dalam komunitas yang menghargainya, memenuhi kebutuhan fisiknya, dan
aman secara fisik dan fisiologis.
terima kasih bisa ditambahkan contoh konkret dengan penjelasan
ReplyDelete