Teknik Penciptaan Iklim Sekolah dan Kelas di KB
Kelompok 4 
Nama : 1. Nisa Rahmawati                       (17.1.01.11.0004)
              2. Ulvi Nor Novitasari                 (17.1.01.11.0009)
              3. Oktavia Nur Fauziah              (17.1.01.11.0010)
              4. Dewi Safitri                              (17.1.01.11.0015)
Fak/Jur   : FKIP/PGPAUD
Semester : 5
Mata Kuliah : Pengelolaan Pengembangan AUD.



Pentingnya pengelolaan kegiatan di lembaga PAUD (KB atau TPA) sebagai dasar bagi pembentukan kepribadian manusia secara utuh, yaitu untuk pembentukan karakter, berbudi luhur, cerdas, ceria, terampil,serta bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Tidak harus mengeluarkan biaya mahal atau melalui suatu wadah tertentu, melainkan pendidikan anaka usia dini bisa diterapkan atau dapat memulai dalam pendidikan keluarga atau dirumah. Karena perkembangan anak pada awal tahun pertama sangat pertama sangat penting dan akan menentukan kualitas dimasa depannya. Anak itu unik, dia adalah individu yang berbeda, memiliki karakteristik tersendiri sesuai dengan tahap usianya. Oleh karena itu, upaya-upaya pengembangan anak usia dini hendaknya dilakukan melalui belajar dan bermain.
Keberadaan Kelompok Bermain (KB) sangat diperlukan sebagai usaha membantu meletakkan dasar pengembangan multipotensi dan multi-kecerdasan pada diri setiap anak berupa pengetahuan,keterampilan, dan sikap sebelum anak memasuki jenjang pendidikan yang selanjutnya.
Pengertian Kelompok Bermain
Kelompok Bermain (KB) adalah wadah pembinaan sebagi usaha kesejahteraan anak dengan mengutamakan kegiatan bermain dan menyelenggarakan pendidikan prasekolah bagi anak yang berusia sekurang-kurangnya 3 tahun sampai memasuki pendidikan dasar (Direktorat PAUD, 2006). Selain itu, Kelompok Bermain adalah salah satu pendidika anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan sekaligus program kesejahteraan bagi anak sejak lahir sampai dengan 6 tahun.
Pengertian Iklim Sekolah
Secara konseptual, iklim lingkungan atau suasana di sekolah didefinisikan sebagai seperangkat atribut yang memberi warna atau karakter, spirit, etos, suasana batin, setiap sekolah (Fisher & Fraser, 1990; Tye, 1974). Secara operasional, sebagaimana halnya pengertian iklim pada cuaca, iklim lingkungan di sekolah dapat dilihat dari faktor seperti kurikulum, sarana, dan kepemimpinan kepala sekolah, dan lingkungan pembelajaran di kelas.
Merujuk pada kebijakan Direktorat Pendidikan Depdiknas dalam panduan manajemen sekola, hal ini diuraikan secara ringkas mengenai bidang-bidang kegiatan pendidikan sekolah, yaitu :
11.  Pengelolaan Kurikulum
Kurikulum adalah bagian paling penting disekolah, prinsip pengelolaan kurikulum ini adalah berusaha agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik. tahapan pengelolaan kurikulum disekolah melalui 4 tahap yaitu :
a.       Tahap Perencanaan
Langkah-langkah sebagai berikut :
1.      Analisis kebutuhan
2.      Merumuskan dan menjawab filosofis
3.      Menentukan desain kurikulum
4.      Membuat rencana induk (master plan) : pengembangan, pelaksanaan dan penilaian
b.      Tahap Pengembangan
Dalam tahapan ini terdapat langkah-langkah sebagai berikut :
1.      Perumusan rasional dan dasar pemikiran
2.      Perumusan visi,misi dan tujuan
3.      Penentuan struktur dan isi program
4.      Pemilihan dan pengorganisasian materi
5.      Pengorganisasian kegiatan belajar
6.      Pemilihan sumber, alat, dan sarana belajar
7.      Penentuan cara mengukur hasil belajar
c.       Tahap Implementasi
Dalam tahap ini terdapat beberapa yang harus disiapkan :
1.      Pembuatan rencana dan program pembelajaran
2.      Penjabaran materi
3.      Strategis dan metode pembelajaran
4.      Sumber, alat dan sarana pembelajaran
5.      Cara dan alat penilaian proses dan hasil belajar
6.      Lingkungan pembelajaran
d.      Tahap Penilaian
Hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana kekeuatan dan kelemahan dari kurikulum yang dipakai atau dikembangkan, baik dalam bentuk formatif sumatif
22. Pengelolaan Kesiswaan
Dalam pengelolaan kesiswaan ada beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan yaitu :

a.       Siswa dipandang dan diperlakukan sebagai subjek, bukan objek dan harus didorong untuk ikut serta dalam setiap perencanaan dan pengambilan keputusan terkait dengan kegiatan kesiswaan
b.      Dengan beragamnya kondisi siswa, yang beragam,diperlukan wahana yang beragama pula.
c.       Siswa termotivasi belajar, ketika mereka menyenangi apa yang mereka kerjakan
d.      Pengembangan potensi siswa pada kognitif, afektif dan psikomotor
3.      Manajemen Personalian
Dalam hal ini terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan yaitu:
a.       Pengembangan sekolah oleh sumber daya manusia.
b.      Pengelolaan sumber daya manusia
c.       Kultur suasana organisasi di sekolah, managerialpenguasaan kompetensi dalam kerjasama dan saling mendudkung pada manajemen personalia
43. Pengelolaan Keuanngan
Hari ini berkenaan dengan kiat sekolah dalam menggali, mengelola dana. Pengelolaan ini berkaitan dengan program tahunan, secara meng-administrasi,cara pengawasan, pengendalian dan pemeriksaan
54. Pengelolaan Sarana dan Prasarana Sekolah
Hal ini dilakukan secara periodic dan terencana untukmerawat fasilitas fisik sekolah. Pengelolaan sarana dan prasarana harus membuat program perawatan prevensif dengan membentuk tim pelaksana, membuat daftar sarpras, mempersiapkan jadwal perawatan, mengevaluasi proses hasil perawatan.

Pengertian Iklim Kelas
Suatu proses pembelajaran di sekolah yang penting bukan saja materi yang diajarkan atau pun siapa yang mengajarkan, melainkan bagaimana materi tersebut diajarkan dan bagaimana guru menciptakan iklim kelas (Classroom Climate) dalam proses pembelajaran menjadi kondusif.
Iklim kelas adalah kondisi lingkungan kelas dalam hubungannya dengan kegiatan pembelajaran. Iklim kelas merupakan suasana yang ditandai oleh adanya pola interaksi atau komunikasi antara guru-siswa, siswa-guru dan siswa-siswa.
Efektifitas  manejemen kelas PAUD Bon Thorif
11.    Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
Untuk mewujudkan kondisi kelas yang kondusif  guru perlu mempertimbangkan informasi tentang kegiatan anak yang akan di lakukan. Dengan adanya tujuan pembelajaran yang akan di capai.(soemarti,2000) sama dengan pendapat tersebut.menurut  kallaugh(1996) untuk menciptakan kelas yang kondusif untuk mendukung proses belajar mengajar antara lain
a.       Memahami karakteristik setiap anak didik.
b.      Memahami pola belajar anak.
c.       Menghargai proses belajar anak baik secara mandiri atau kelompok.
d.      Anak lebih menyukai belajar dengan eksprimen secara langsung dari pada belajar dengan banyak teori.
e.       Pembagian tugas yang sudah tersusun dan tidak tersusun(santai/fleksibel).
f.       Mengetahui latar belakang anak.
22.  Pengaturan waktu.
Pengelola paud harus membuat pembagian waktu dengan fleksibel yang mengacu pada karakteristik anak. Dengan adanya jadwal pembagian kegiatan belajar anak, anak dapat belajar sesuai waktu yang telah di tentukan dan belajar bertanggung jawab untuk menyelesaikan tugasnya sesuai waktu yang telah di tentukan.
33.  Mengatur ruang kelas.
Untuk menciptakan efektifitas manejemen kelas yang kondusif antara lain.
a.       Penyediaan ruang yang memadai.
Sebelum membangun ruang kelas untuk proses belajar yang kondusif hendaknya harus melihat kondisi ada berapa siswa dalam 1 kelas,karakteristik siswa dan lokasi bangunan. Selain itu, ruang kelas harus memenuhi syarat antara lain:
1.      Keleluasaan gerak pada anak.
2.      Cukup cahaya dan sirkulasi uadara.
3.      Ruang kelas harus aman dan nyaman.
b.      Mengatur tempat duduk secara fleksibel
Ukuran tinggi meja dan kursi harus menyesuaikan perkembangan anak pengaturan tempat duduk juga harus fleksibel yang dapat di bagi menjadi beberapa kelompok/bentuknya tempat duduk dengan mudah dapat di pindah-pindahkan yang terpenting dalam penataan ruang kelas masih ada ruang untuk keleluasaan gerak anak/ masih bisa belajar dengan duduk melingkar di lantai.
c.       Penataan Perabot dan alat permainan edukatif.
Adanya perabot dan APE di lembaga paud di gunakan untuk mendukung proses belajar mengajar anak. Dalam hal ini guru di tuntut untuk menciptakan APE yang kreatif  dan sesuai dengan kebutuhan anak. G6na untuk mendukung proses pembelajaran yang efektif menurut (sudono,2000) APE yang baru mesti ada di paud adalah: pasir,air,balok,alat permainan manipulatif,boneka, perpustakaan( buku  cerita gambar alat untuk berekspresi.
                                                                                                                      









 

Comments

  1. sebaiknya rujukan yang digunakan dalam tulisan mengacu tata tulis ilmiah

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pentingnya Perencanaan Pembelajaran Anak Usia Dini

MAKNA, TUJUAN, FUNGSI, DAN PRINSIP PENGEMBANGAN ANAK USIA DINI