TEKNIK PENCIPTAAN IKLIM SEKOLAH DAN KELAS DI TAMAN KANAK-KANAK (TK)
Nama Kelompok :
1. Titania Widya Prameswari (17.1.01.11.0002)
2. Putri Maula Sujarwati (17.1.01.11.0003)
3. Suryaning Ayu Febriani (17.1.01.11.0008)4. Hajar Yaumil Faizah (17.1.01.11.0013)
A. Teknik Penciptaan Iklim di Sekolah Taman Kanak-Kanak
Menurut Cohen et all iklim sekolah merupakan kualitas dan
karakter dari kehidupan sekolah, berdasarkan pola perilaku siswa orang tua, dan
pengalaman personil sekolah tentang kehidupan sekolah yang mencerminkan aturan,
tujuan, hubungan interpersonal, praktek belajar mengajar dan struktur
organisasi. Sedangkan menurut Silver dalam Made Pidarta (1995) menyebutkan
iklim sekolah sebagai perpaduan antara kepala sekolah, dengan interaksi
perilaku guru-guru.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa iklim
sekolah merupakan karakteristik atau kebudayaan yang menjadi ciri khas dari
suatu sekolah yang berbeda dengan sekolah yang lainnya dan iklim sekolah dibuat
oleh seluruh warga sekolah yang terlibat didalamnya. Iklim sekolah sangat
berkaitan dengan produktivitas, hal ini dikarenakan produktivitas suatu sekolah
sangat dipengaruhi oleh kinerja seluruh warga sekolah meliputi kepala sekolah,
guru dan karyawan. Apabila warga sekolah memiliki kebiasaan bekerja yang
efektif dan efisien maka produktivitas dan kualitas lembaga akan mengalami
peningkatan, namun apabila kinerja warga sekolah buruk maka akan merugikan
organisasinya. Oleh karena itu iklim organisasi di sekolah perlu dibina dan
ditingkatkan.
Adapun
faktor-faktor yang mempengaruhi penciptaan iklim sekolah menurut Made Pidarta (1995)
antara lain :
1. Penempatan
Personalia
Kepala sekolah hendaknya menempatkan guru-guru sesuai
dengan spesialisasi, karakter, keterampilan dan wataknya. Sehingga guru-guru
tersebut mampu memahami tugas dan pekerjaannya dengan baik. Kondisi seperti itu
juga sangat membantu menciptakan iklim sekolah yang kondusif. Dedi Supriadi (1999:176) menyatakan
bahwa tenaga pendidik PAUD semestinya disiapkan secara professional, dimana
seorang professional paling tidak mempunyai 3 unsur utama yaitu:
a. Pendidikan yang memadai, disiapkan secara khusus melalui
lembaga pendidikan dengan kualifikasi tertentu
b. Keahlian dalam bidangnya.
c. Komitmen dalam tugasnya
Menurut Joseph J Caruso dalam bukunya Supervision in Early Childhood Education Dalam mengelola sebuah lembaga Paud, Caruso berpendapat ada beberapa hal
yang perlu dilakukan oleh sebuah manajemen dalam mengelola sumber daya
manusianya yaitu;
1. Staff recruitmen, Merekrut staf (tenaga pendidik dan tenaga kependidikan)
Pengelola diharapkan mampu mengkomunikasikan mengenai rencana program bagi tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan mengenai jenjang kariernya.
2. Staff development, membangun/mengembangkan staf (anggota tenaga pendidik atau tenaga kependidikan)
Lembaga hendaknya selalu berusaha untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan serta keterampilan tenaga kependidikan dan pendidik untuk meningkatkan kualitas individu yang ada pada sekolah tersebut.
3. Staff evaluation, mengevaluasi staff (tenaga pendidik atau tenaga kependidikan)
Kepala sekolah hendaknya melakukan evaluasi dan penilaian kinerja dari masing-masing tenaga kependidikan dan pendidik sebagai acuan untuk memberi saran dan masukkan untuk tenaga kerja dan pendidik agar dikemudian hari mereka mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara lebih efektif, efisi
1. 2.
Pembinaan
Hubungan dan Komunikasi
Agar terwujudnya iklim sekolah yang kondusif diperlukan
pembinaan hubungan dan komunikasi yang baik meliputi komunikasi antar kepala
sekolah dengan guru/karyawan sekolah atau sebaliknya, hubungan dan komunikasi
dengan wali murid/masyarakat,hubungan dan komunikasi dengan peserta didik. Dalam menjalin hubungan yang baik antara kepala sekolah dengan guru dan tenaga kependidikan serta antar sesama guru dengan tenaga kependidikan, kepala sekolah, guru maupun tenaga kependidikan harus memahami kode etik profesi keguruan. Sedangkan untuk membina hubungan yang baik antar sekolah dengan wali murid ada beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain :
a. Menjaga komunikasi yang teratur. guru harus mengupayakan untuk selalu memberikan informasi-informasi yang berkaitan dengan perkembangan anak di sekolah atau kegiatan yang dilakukan di sekolah.
b. Memberdayakan dan menggunakan buku komunikasi untuk menceritakan apa yang hari ini dipelajari anak, pemberitahuan, serta memberikan pujian atau pengertian lain mengenai anak didik kita
c. Melakukan pertemuan dengan orang tua
d. Memberdayakan orang tua untuk menjadi relawan di sekolah
e. Mengadakan pelatihan mengenai pendidikan anak
f. Jadikan situasi pengambilan rapor anak didik sebagai jalan untuk merayakan keberhasilan dan pencapaian siswa.
Selain menciptakan hubungan dengan wali murid, kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan harus menjalin komunikasi yang baik dengan peserta didik guna menunjang keberhasilan kegiatan pembelajaran. adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam menjalin komunikasi dengan peserta didik antara lain :
1. Guru berperilaku secara profesional dalam melaksanakan tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran.
2. Guru
membimbing peserta didik untuk memahami, menghayati dan mengamalkan hak-hak dan
kewajiban sebagai individu, warga sekolah, dan anggota masyarakat.
3. Guru
mengetahui bahwa setiap peserta didik memiliki karakteristik secara individual
dan masing-masingnya berhak atas layanan pembelajaran.
4. Guru
menghimpun informasi tentang peserta didik dan menggunakannya untuk kepentingan
proses kependidikan.
5. Guru
secara perseorangan atau bersama-sama secara terus-menerus berusaha
menciptakan, memelihara, dan mengembangkan suasana sekolah yang menyenangkan
sebagai lingkungan belajar yang efektif dan efisien bagi peserta didik.
6. Guru
menjalin hubungan dengan peserta didik yang dilandasi rasa kasih sayang dan
menghindarkan diri dari tindak kekerasan fisik yangdi luar batas kaidah
pendidikan.
7. Guru
berusaha secara manusiawi untuk mencegah setiap gangguan yang dapat
mempengaruhi perkembangan negatif bagi peserta didik.
8. Guru
secara langsung mencurahkan usaha-usaha profesionalnya untuk membantu peserta didik
dalam mengembangkan keseluruhan kepribadiannya, termasuk kemampuannya untuk
berkarya.
9. Guru
menjunjung tinggi harga diri, integritas, dan tidak sekali-kali merendahkan
martabat peserta didiknya.
10. Guru bertindak dan memandang semua
tindakan peserta didiknya secara adil.
11. Guru berperilaku taat asas kepada
hukum dan menjunjung tinggi kebutuhan dan hak-hak peserta didiknya.
12. Guru terpanggil hati nurani dan
moralnya untuk secara tekun dan penuh perhatian bagi pertumbuhan dan
perkembangan peserta didiknya.
13. Guru membuat usaha-usaha yang
rasional untuk melindungi peserta didiknya dari kondisi-kondisi yang menghambat
proses belajar, menimbulkan gangguan kesehatan, dan kemanusiaan.
14. Guru tidak boleh membuka rahasia
pribadi peserta didiknya untuk alasan-alasan yang tidak ada kaitannya dengan
kepentingan pendidikan, hukum, kesehatan, dan kemanusiaan.
15. Guru tidak boleh menggunakan
hubungan dan tindakan profesionalnya kepada peserta didik dengan cara-cara yang
melanggar norma sosial, kebudayaan, moral, dan agama.
16. Guru tidak boleh menggunakan
hubungan dan tindakan professional dengan peserta didiknya untuk memperoleh
keuntungan-keuntungan pribadi
3. Dinamika Guru
Agar dinamika guru dapat meningkatkan manajemen sekolah
maka kepala sekolah tidak perlu banyak melarang atau membuat peraturan yang
menghambat guru. Sebaliknya kepala sekolah hendaknya memberikan motivasi atau
dorongan kepada guru agar mereka menjadi guru yang kreatif, merealisasikan
ide-idenya. Selama kreasi dan ide itu tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip
pendidikan dan pengajaran, kreasi dan ide itu tidak perlu distop.
4. Penyelesaian
Konflik
Secara alamiah manusia tidak selalu dapat mengatasi
masalah yang dihadapinya secara sempurna, begitupun dengan kepala sekolah.
Walaupun, kepala sekolah sudah berusaha dengan sepenuh hati dan pikirannya
untuk mengupayakan agar dinamika sekolah idak sampai menjurus ke arah negatif,
namun sekali dua kali hal itu bisa terjadi. Adapun sumber konflik dalam suatu
organisasi itu sendiri adalah :
a.
Manusia
dan perilakunya
b.
Struktur
organisasi
c.
Komunikasi
Dari ketiga sumber diatas ada serangkaian kemungkinan
yang memicu munculnya konflik, hal itu adalah :
Ø
Ketidakpuasan
Ø
Adanya
tujuan dan berbagai sistem nilai yang berbeda-beda
Ø
Berbagai
hambatan dalam berkomunikasi
Ø
Manusia/personel
dan perilakunya
Ø
Struktur
organisasi dan Tugas pokok dan fungsi
5. Penghimpunan
dan pemanfaatan Informasi
Dalam dunia pendidikan diperlukan informasi-informasi
yang baru, relevan, dan lengkap untuk membuat strategi, mengembangkan inovasi
pendidikan, merencanakan pendidikan dan pengajaran serta menunjang terwujudnya
iklim sekolah yang nyaman, aman dan kondusif. Adapun sumber-sumber informasi
tersebut antara lain, terdapat pada :
1. Tugas-tugas
kepala sekolah, baik sebagai manajer, supervisor, administrator, maupun sebagai
koordinator kerjasama sekolah dengan masyarakat
2.
Pergaulan
personalia sekolah terutama antar guru
3. Proses
belajar mengajar di sekolah, baik intrakurikuler, kokurikuler, dan
ekstrakurikuler
4.
Kontak
sekolah dengan masyarakat
5.
Pengembangan
ilmu pengetahun, teknologi, dan kebudayaan
6.
Hasil-hasil
penelitian pendidikan
6. Pengayaan dan harmonisasi ligkungan bekerja dan
lingkungan belajar
Dalam lingkungan sekolah, kepala sekolah, para guru,
karyawan dan para siswa saling berinteraksi pada suatu tempat yang sama yaitu
lingkungan sekolah. Oleh karena itu lingkungan bekerja dan lingkungan belajar
tidak dapat dipisahkan. Lingkungan kerja yang terdapat pada sekolah (TK) antara
lain : ruangan kelas, ruangan kantor, halaman sekolah, tempat parkir, kamar
mandi, gudang. Lingkungan-lingkungan itulah yang perlu diperkaya dengan
perlengkapan yang disesuai dengan kebutuhan sekolah dan peserta didik serta
ditata secara harmonis agar memberi kemudahan dan kegairahan dalam bekerja dan
belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa iklim sekolah dapat
mempengaruhi kegairahan guru bekerja, dan sikap guru serta pelaksanaan inovasi
di sekolah. Ini berarti bila semua personel mampu mengupayakan iklim yang baik,
maka berbagai macam tujuan sekolah dapat tercapai. Agar tercipta iklim sekolah
yang kondusif diperlukan peranan kepala sekolah untuk mewujudkan iklim sekolah
yang dapat dilaksanakan pada berbagai tingkatan iklim. Menurut Silver dalam
Made Pinarta (1995) sebagai berikut :
1.
Iklim
terbuka, ialah hubungan dan pergaulan yang berjalan lancar, tidak ada sesuatu
yang bersifat rahasia
2.
Iklim
otonomi, yaitu guru-guru mendapat kebebasan untuk berinisatif, berkreasi, dan
bekerja, juga bebas dalam memenuhi kebutuhannya
3.
Iklim
terkontrol, ialah apabila guru-guru diharapkan dapat bekerja dengan tekun
tetapi tetap memiliki kebersamaan
4.
Iklim
kekeluargaan, yaitu mementingkan kerjasama dan toleransi cukup tinggi
5.
Iklim
kebapakan, adalah manakala guru-guru bekerja relatif taat kepada perintah
kepala sekolah serta tidak membantah
6.
Iklim
tertutup, ialah kontak hubungan sangat sedikit, orang cenderung bekerja
sendiri, dengan kompetisi yang cukup tinggi
Selain itu, untuk menciptakan iklim sekolah yang baik perlu diperhatikan :
1. Pengelolaan Sarana Prasarana
Sarana dan Prasarana merupakan segala peralatan yang digunakan untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang ada di Taman Kanak-Kanak.Dalam mengadakan sarana prasarana pihak sekolah perlu memperhatikan jumlah anak, dan kondisi sosial-budaya. Adapun prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam mengadakan sarana dan prasarana sebagai berikut :
a. Aman, nyaman, terang, dan memenuhi kriteria
kesehatan bagi anak.
b. Sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
c. Memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada
di lingkungan sekitar, termasuk barang limbah/bekas layak pakai.
Agar program
pendidikan bisa tercapai dengan baik ada beberapa prinsip yang harus
diperhatikan dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan di sekolah.
Prinsip-prinsip yang dimaksud adalah:
1. Prinsip
pencapaian tujuan, yaitu bahwa sarana dan prasarana pendidikan di sekolah
harus selalu dalam kondisi siap pakai bilamana akan di dayagunakan oleh
personel sekolah dalam rangka pencapaian tujuan proses belajar mengajar.
2. Prinsip
efisiensi, yaitu bahwa pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di
sekolah hars dilakukan melalui perencanaan yang seksama, sehingga dapat
diadakan sarana dan prasarana pendidikan yang baik dengan harga yang
murah. Dan pemakaiannya pun harus dengan hati-hati sehingga mengurangi pemborosan.
3. Prinsip
Administratif, yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana ndidikan di
sekola harus selalu memperhatikan undang-undang, peraturan, instruksi dan
petunjuk teknis yang diberlakukan oleh yang berwenang.
4. Prinsip
kejelasan tanggung jawab, yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana
pendidikan di sekolah harus di delegasikan kepada personel sekolah yang
mampu bertanggungjawab. Apabila melibatkan banyak personel sekolah dalam
manajemennya maka perlu adanya deskripsi tugas dan tanggung jawab yang jelas
untuk setiap personel sekolah.
5. Prinsip
Kekohesifan, yaitu bahwa manajemen sarana dan prasarana pendidikan di
sekolah itu harus direalisasikan dalam bentuk proses kerja yang sangat
kompak
2. Pengelolaan Keuangan Lembaga
Penggunaan
uang ditaman kanak – kanak harus dapat dipertanggungjawabkan demi memperlancar
pencapaian tujuan pendidikan. 2 hal yang perlu digaris bawahi berkaitan dengan
manajemen keuangan TK yaitu :
a. Manajemen keuangan meliputi upaya untuk memperoleh keuangan dan pengelolaan penggunaan dana
b. Penggunaan dana harus dialokasikan secara efektif dan efesien
Adapun kegiatan manajemen keuangan yang terdapat di TK meliputi :
1. Perencanaan anggaran tahunan
Perencanaan anggaran tahunan yang dilakukan TK meliputi perencanaan dan penggunaan dana selama satu tahun. Dalam membuat perencanaan keuangan, kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan harus menyusun secara komprehensif.
2. Pengadaan
Anggaran
Beberapa bentuk kegiatan pengadaan
anggaran adalah sebagai berikut :
a.
Pengajuan
rencana anggaran tahunan kepada yayasan penyelenggara TK.
b.
Pengajuan
permohonan bantuan dana kepada pemerintah.
c.
Pengajuan
permohonan bantuan dana kepada orang tua murid.
d.
Merealisasikan
program wiraswasta dalam rangka mendapatkan tambahan dana untuk kepentingan
penyelenggaraan pendidikan.
e.
Pengajuan
permohonan bantuan dana kepada badan sosial.
3. Pendistribusian
Anggaran
Ada 2 kegiatan dalam pendistribusian
anggaran di TK:
a.
Penyusunan
lokasi anggaran dengan berpedoman pada rincian rencana pembelanjaan yang
terdapat dalam rencana anggaran tahunan yang telah disusun.
b.
Penyerahan
anggaran kepada semua pihak.
4. Pelaksanaan
anggaran
Beberapa hal yang perlu diperhatikan
oleh setiap personil sekolah:
a.
Semua
penggunaan dana yang tersedia itu harus disesuaikan dengan rencana anggaran
tahunan yang telah disusun lembaga.
b.
Semua
pembelian atau pengeluaran uang harus dilengkapi oleh kwitansi.
c.
Semua
penggunaan dana TK harus dipertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan
perundang – undangan yang berlaku
5. Pembukuan dan Pengawasan Keuangan
Proses
pembukuan keuangan di TK meliputi beberapa kegiatan sebagai berikut:
a.
Penyusunan
daftar anggaran.
b.
Pembukuan
kas.
c.
Pendokumentasian
bukti penerimaan dan pengeluaran.
6.
Pengawasan
dan pertanggungjawaban keuangan
Ada 2 macam
pengawasan keuangan di taman kanak – kanak:
a.
Pengawasan
fungsional, yaitu pengawasan yang dilakukan oleh pihak – pihak tertentu yang
secara resmi memang berfungsi sebagai pengawas.
b.
Pengawasan
melekat oleh pihak taman kanak – kanak sendiri.
B.
Pengertian pengelolaan kelas
Pengelolaan kelas merupakan suatu proses
perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan untuk
mencapai tujuan pembelajaran yang
efektif dan efisien dengan cara memanfaatkan segala
sumber daya yang ada.
C.
Konsep utama pengelolaan kelas
1.
Penataan ruang kelas
Lingkungan kelas perlu ditata dengan baik sehingga
memungkinkan terjadinya interaksi yang aktif antara anak didik dengan guru, dan
antar siswa. Menurut Loisell (Winataputra, 2003: 9.22) ada beberapa prinsip
yang perlu diperhatikan dalam penataan kelas :
1) Visibility (
Keleluasaan Pandangan)
Penataan dan penempatan
benda sebaiknya tidak mengganggu siswa dalam memperhatikan guru, media
pembelajaran, dan kegiatan yang sedang berlangsung.
2)
Accesibility (mudah
dicapai)
Penataan
ruang kelas seharusnya memudahkan siswa dalam mengambil barang-barang.
3)
Fleksibilitas (Keluwesan)
Barang-barang
di dalam kelas hendaknya mudah dipindahkan agar proses belajar dapat
berlangsung dengan kondusif
4)
Kenyamanan
Penyesuaian
temperatur udara, cahaya, dan kepadatan kelas
5)
Keindahan
Usaha guru
menata ruang kelas yang menyenangkan dan kondusif bagi kegiatan belajar.
D. Fungsi
Pengelolaan kelas
1) Merencanakan
Fungsi utama
dalam pengelolaan kelas adalah menciptakan kondisi kelas yang kondusif.
2)
Mengorganisasikan
Membagi
tugas antar individu agar bekerja secara efisien untuk mencapai tujuan yang
telah direncanakan
3)
Memimpin
Tugas
seorang pemimpin bukan hanya menyampaikan sebuah keputusan, tapi seorang
pemimpin bertugas sebagai suri tauladan.
4)
Mengawasi
Tugas
seorang pemimpin yaitu mengawasi bawahannya untuk mengetahui apakah tugas
setiap individu dilaksanakan dengan
baik.
E. Tujuan
Pengelolaan Kelas
1. Menciptakan
suasana pembelajaran yang menyenangkan
2.
Terciptanya suasana sosial emosional
yang baik
3. Membina dan
membimbing anak dengan
latar belakang sosial, ekonomi,
budaya serta sifat individunya.
F. Aplikasi Manajemen Kelas di Taman Kanak-Kanak
1.
Merancang
Lingkungan Kelas
Lingkungan dalam proses pembelajaran sangat berperan
penting, penataan kelas diperlukan untuk melatih koordinasi otak dengan mata.
Ruang kelas pada lembaga TK membagi
lingkungan belajar ke dalam
dua bagian besar yaitu :
a)
Pengelolaan lingkungan dalam kelas
(indoor)
Pengelolaan kelas yang baik yaitu
pengelolaan kelas yang menantang, dan memberikan rasa aman kepada anak anak
dalam proses pembelajaran.
b)
Pengelolaan lingkungan di luar kelas
(outdoor)
Pembelajaran di luar kelas tidak
hanya berperan sebagai tempat bermain, melainkan juga dapat dijadikan untuk
mengekspresikan kemampuan siswa dalam proses belajar. Ketika melakukan kegiatan
di luar kelas anak lebih memiliki
pengetahuan dan rasa ingin tahu yang tinggi.
2.
Mengatur
Tata Letak Kelas yang Menarik
Anak-anak
memerlukan kelas yang memiliki ragam aktivitas maupun kreativitas yang dapat
menstimulasi pola pikir, melakukan interaksi dengan mudah, melakukan hal-hal
positif. Pengaturan meja - kursi dalam proses pembelajaran adalah hal yang juga
penting. Pengaturan meja - kursi adalah untuk memudahkan interaksi yang diperlukan.
3.
Kunci
Pengelolaan Kelas yang Efektif
Faktor yang mempengaruhi pengelolaan kelas yang
efektif :
a. Faktor
terpenting dalam mengatur sebuah kelas adalah keamanan. Bila ada peralatan,
material, atau permainan di kelas yang tidak aman, segera jauhkan dari
jangkauan anak-anak.
b. Saat
anak-anak terlihat bosan atau gelisah tanpa tujuan dalam kelas, itulah waktunya
untuk menambahkan beberapa mainan baru, atau memperkenalkan sebuah mainan baru
pada anak-anak, atau mengubah setting kelas.
c. Beberapa
anak memberikan respon negatif terhadap warna-warna cerah, terutama anak-anak
yang memiliki kebutuhan khusus. Apabila kelas terlalu berwarna dan ramai,
perlembutlah skema warna untuk mencegah anak-anak terganggu karena cerahnya
ruangan tersebut.
4. Mengatur Area-area Bermain
Anak-anak
terkadang sangat menikmati untuk bermain di area-area yang khusus. Namun
menempatkan anak dalam area-area khusus memerlukan perencanaan yang meliputi
pilihan dan perubahan. Beberapa tips untuk membantu pemilihan area bermain :
a.
Batasi
jumlah anak yang dapat memilih sebuah area tertentu
b. Memberikan
informasi kepada anak-anak bahwa mereka harus tetap berada di area pilihan
mereka sepanjang permainan masih berlangsung
c.
Apabila
anak-anak berperilaku menyimpang selama acara bermain, ajak mereka keluar area
untuk beberapa saat, dan jelaskan mengapa mereka dibawa keluar. Beri kesempatan
untuk kembali ke permainan mereka. Bila perilaku mereka tetap berulang, mereka
perlu berpindah area
d. Bila cukup
banyak area yang tersedia, jadwalkan anak-anak untuk meninggalkan area pilihan
mereka, dan berpindah ke area lainnya dengan menggunakan “Papan Acara Bermain.”
5.
Menerapkan
Peraturan di Kelas
Anak-anak
perlu mengetahui bahwa ada peraturan dan mengapa peraturan tersebut sangat
penting. Dalam memanajemen kelas PAUD agar tiap anak dapat berperan serta
menjaga kelas, turut merasa memiliki kelas, dan agar kegiatan yang dilaksanakan
dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan maka membuat peraturan
kelas di awal masa sekolah atau sebelum kegiatan dimulai adalah sebuah prosedur
yang lazim dalam kelas.
6.
Pengelolaan
yang menyangkut siswa/anak didik
Setiap guru
atau pendidik harus memahami setiap karakteristik anak didik, supaya apa yang
dibutuhkan anak didik dapat terpenuhi.
DAFTAR PUSTAKA
http://mangihot.blogspot.com/2017/01/pengertian-iklim-kelas-proses.html
http://siswapaudumj.blogspot.com/2012/02/manajemen-sumber-daya-manusia-di.html
http://pengawassekolahjombang.blogspot.com/2014/03/standar-sarana-dan-prasarana.html
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&ved=2ahUKEwiB4br_lYrlAhXVfX0KHYTWBcEQFjABegQIARAC&url=http%3A%2F%2Fstaffnew.uny.ac.id%2Fupload%2F130683974%2Flainlain%2F8-hu-iklim-sekolah.docx&usg=AOvVaw3T-ZqT9QfOy-i0SiwLrS_Y
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwiR9OazlorlAhWBF3IKHUEeB2gQFjADegQIABAB&url=http%3A%2F%2Fmbenxxcaem.blogspot.com%2F2011%2F09%2Fmanajemen-keuangan-taman-kanak-kanak.html&usg=AOvVaw3rtGccbd6NKQh07u4ZRHz1
https://afidburhanuddin.wordpress.com/2013/11/15/pengelolaan-sarana-dan-prasarana-pendidikan/
rujukan yang digunakan dalam tulisan sebaiknya menggunakan acuan karya ilmiah
ReplyDelete