Teknik Penciptaan Iklim Sekolah dan Kelas


Anggota Kelompok:
Elvira Yosi R(17.1.01.11.0005)
Diana Kusuma D(17.1.01.11.0014)
Niken Ayu S(17.1.01.11.0018)
Juwaidah(17.1.01.11.0020p)
Program Studi: PG-PAUD
Fakultas/Semester: FKIP/5

Teknik Penciptaan Iklim Sekolah dan Kelas di TK
A.    Pengertian Iklim Sekolah
Iklim Sekolah adalah pembentukan pengelolaan kelas yang berisi norma-norma, harapan dan kepercayaan pemimpin sekolah dalam melaksanakan tugasnya. Faktor yang dominan dalam
menentukan iklim sekolah adalah semua anggota sekolah yang meliputi kepala sekolah, guru dan karyawan yang terlibat dalam proses penyelenggaraan pendidikan sekolah.

B.     Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Iklim Sekolah
Banyak faktor yang mempengaruhi iklim dan lingkungan bekerja guru serta belajar para
siswa, Made Pidarta (1995) menyebutkan faktor-faktor tersebut adalah :
1.         Penempatan Personalia
Guru dapat membuat perilaku mereka terganggu dan kemudian bisa merusak iklim sekolah dikarenakan adanya kesalahan dalam menempatkan para personalia sekolah. Oleh sebab itu, menempatkan guru hendaknya sesuai dengan spesialisasinya, kegemaran, ketrampilan dan wataknya. Dengan cara tersebut kepala sekolah mencoba membuat pekerjaan guru lebih jelas untuk mengajar sesuai dengan spesialisasinya.
2.         Pembinaan Hubungan dan Komunikasi
Dalam mengerjakan tugas sekolah guru harus banyak bersosialisasi dengan semua pihak yang berikatan dengan pendidikan dalam mengerjakan tugas sekolah seperti berkomunikasi dengan guru lainnya, kepala sekolah, para siswa, pegawai, orang tua, dan masyarakat sekitar
3.         Dinamika Guru
Disini kepala sekolah tidak boleh mengatur sekolahnya  seorang diri. Harus melibatkan keberadaan guru bahkan harus mendorong, mengapresiasi pendapat, gagasan, ide dan membiarkannya menciptakan situasi lingkungan yang kondusif sesuai dengan keadaan lingkungan sekolah. Kepala sekolah bertugas mengamati dan mengawasi.
4.         Penyelesaian Konflik
Manusia tidak selalu dapat  mengatasi masalahnya. Begitu pula dengan kepala sekolah, walaupun kepala sekolah tidak sampai keranah negative, seperti konflik, permusuhan, dendam dan stress. Konflik yang dimaksud adalah konflik yang bersifat individual, kelompok atau menentang kepsek.
5.         Penghipunan dan Pemanfaatan Informasi
Sekolah sebaiknya mengumpulkan informasi dan data secara relevan sebagai acuan. Mengambil apa yang penting dan bermanfaat untuk kemajuan dalam pengelolaan sekolah tersebut.
6.         Pengayaan dan Harmonisasi Lingkungan Bekerja dan Lingkungan Belajar
Dalam lingkungan sekolah, kepala sekolah, para guru, karyawan dan para siswa melakukan interaksinya  dalam lingkungan bekerja dan lingkungan belajar pada suatu tempat yang sama yaitu lingkungan sekolah, kedua lingkungan tersebut sangat berkaitan jadi tidak dapat dipisahkan secara nyata. Lingkungan kerja meliputi ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, aula olahraga, ruang serbaguna siwa, kantor kepala sekolah. Sedangkan lingkungan belajar adalah ruangan kelas, laboratorium, perpustakaan dan ruang serbaguna untuk siswa.

C.    Konsep Utama Pengelolaan Kelas
Pengelolaan kelas dalam pengembangan iklim sekolah adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana dan kondisi belajar di dalam kelas agar menjadi kondusif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan.
1.         Penataan Ruang Kelas
Penataan ruang kelas sebaiknya meliputi beberapa hal yaitu barang-barang dalam kelas tidak mengganggu pandangan siswa, peletakan barang-barang ditempat yang bisa dijangkau anak secara langsung dan barang-barang tersebut mudah untuk dipindahkan, ruangan sebaiknya diatur senyaman mungkin seperti meletakan pendingin ruangan jika kelas tersebut berada di lingkungan perkotaan atau dekat dengan jalan raya, kelas dihias seindah mungkin agar anak merasa bahwa kelas itu menyenangkan.
2.         Fungsi pengelolaan Kelas
a)        Fungsi pengelolaan kelas meliputi merencanakan fungsi dari manajemen kelas yang diaplikasikan didalam kelas oleh guru untuk mendukung tujuan belajar.
b)        Mengorganisasikan adalah menghubungkan satu orang dengan orang lain secara efisien dan memperoleh keputusan untuk dan untuk melaksanakan tugas menciptakan situasi lingkungan yang sesuai sasaran.
c)        Guru dikelas sebagai seorang pemimpin orang yang mengatur dan menjalankan semua kegiatan yang ada di kelas, bukan hanya sebagai seorang yang cerdas namun sebagai seseorang yang dijadikan suritauladan dan bagi semua anggota kelas
d)        Guru sebagai pengawas kelas yaitu guru mengawasi dan menentukan apakah fungsinya dalam organisasi dan memimpin telah berhasil dalam mewujudkan tujuan yang telah dirumuskannya, jika belum berhasil maka ia harus mengatur kembali situasi pembelajaran.
3.         Tujuan Pengelolaan Kelas
Tujuan pengelolaan kelas yaitu menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan kondusif bagi anak, menyediakan sarpras dan lingkungan kelas yang kondusif agar memungkinkan anak nyaman dalam belajar dan bermain. Terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap serta apresiasi pada anak, membina dan membimbing anak dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya serta sifat individunya.
4.         Faktor yang Mempengaruhi Pengelolaan Kelas
Beberapa faktor yang mempengaruhi pengeloaan kelas yaitu :
a)         Faktor kurikulum
Kegiatan kelas harus sesuai dengan kurikulum yang erat kaitannya dengan pengelolaan kelas. Sebagai pengaman edukatif yang dirancang sekolah dalam membantu anak mencapai tujuan pendidikan
b)        Faktor gedung dan sarana kelas
Guru harus kreatif dalam mengatur kelas, menata ruang kelas se efisien mungkin seperti meletakan kursi dan meja dengan tepat
c)        Faktor lingkungan fisik
Lingkungan  fisik  tempat  belajar  mempunyai pengaruh  penting  terhadap hasil pembelajaran. Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat  minimal mendukung meningkatnya  intensitas proses pembelajaran. Adapun kondisi fisik ini meliputi: Ruangan tempat berlangsunya proses belajar mengajar, Pengaturan  tempat duduk, ventilasi dan pengaturan cahaya, Pengaturan penyimpanan barang-barang.



Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pentingnya Perencanaan Pembelajaran Anak Usia Dini

MAKNA, TUJUAN, FUNGSI, DAN PRINSIP PENGEMBANGAN ANAK USIA DINI