TEKNIK PENCIPTAAN IKLIM SEKOLAH DAN KELAS DI KB
Nama Anggota Kelompok KB 1 :
1. Ima Rodiah (17.1.01.11.0001)
2. Brigita Ika Susanti (17.1.01.11.0019)
3. Umi Zahrotul A. (17.1.01.11.0023p)
4. Anida (17.1.01.11.0024p)
Fak./Jurusan : FKIP / PG-PAUD
Mata Kuliah : Pengelolaan Pengebangan AUD
Teknik
Penciptaan Iklim Sekolah di KB
Sekolah merupakan rumah tinggal kedua setelah
rumahnya sendiri bagi siswa. Sebagai rumah kedua tentunya keberadaan sekolah
merupakan sesuatu yang penting. Sekolah sebagai tempat untuk belajar,
menyalurkan hobby, dan juga bermain dan bersosialisasi. Sebagai rumah kedua
sekolah dapat berpengaruh terhadap perkembangan karakter siswa, untuk itu tata
kelola lingkungan sekolah yang meliputi lingkungan fisik sekolah dan non
fisiknya yaitu guru, siswa, orang tua siswa , suasana psikologis, lingkungan
sosiokultural sekolah, baik yang tampak pada lingkungan secara umum, harus
dibangun dan didesain sebagai tempat belajar yang menarik.
Iklim sekolah berkaitan erat dengan budaya
sekolah, yang didalamnya terletak sistem nilai, kepercayaan, dan norma yang
diterima bersama dan dilaksanakan dengan penuh kesadaran sebagai perilaku alami
dan dibentuk oleh lingkungan dengan menciptakan pemahaman yang sama pada
seluruh civitas sekolah (Ditjen PMPTK, 2007).
Iklim positif sekolah merupakan budaya sekolah
yang kondusif yang dapat mengembangkan karakter positif bagi lingkungan
sekolah, sehingga seluruh warga sekolah merasa nyaman dan aktif sehingga
lingkungan sekolah sangat baik bagi pengembangan karakter positif siswa.
Strategi
Pengembangan Budaya sekolah
Strategi-strategi yang perlu dilaksanakan yaitu
penataan lingkungan fisik sekolah, dan penataan lingkungan psikologis, sosial
kultural sekolah.
Dalam sebuah lingkungan belajar, penataan
lingkungan harus dapat memberikan inspirasi bagi penghuninya, sehingga
mendorong suasana belajar. Lingkungan fisik bukan berarti harus mewah,
penekanan dalam penataannya adalah pada bagaimana seseorang yang melihat akan
tergerak hatinya, timbul semangatnya untuk belajar, meniru dan menginspirasi,
sehingga di kemudian hari akan menerapkan apa yang dialaminya dalam lingkungan
yang lebih luas.
Untuk memberikan iklim positif dalam penataan lingkungan,
Sekolah dapat melakukan kegiatan yang bersifat rutin, spontan dan terprogram.
Kegiatan yang bersifat rutin dan dapat dikerjakan oleh siswa antara lain :
membuat taman-taman kelas, apabila sekolah memiliki area yang luas dapat dibuat
kebun sekolah, kegiatan hari bersih dengan memilih satu hari khusus untuk
kebersihan yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Kegiatan yang bersifat spontan adalah kegiatan
yang dilakukan secara spontan ketika sekolah dalam keadaan kotor karena hujan,
banjir, pindah gedung baru, atau sekolah dalam tahap renovasi. Selanjutnya
kegiatan yang bersifat terprogram dapat dilakukan lomba kebersihan antar kelas,
program daur ulang kertas dan barang bekas.
Dalam lingkungan psikologis-sosial, dan
kultural sekolah Kegiatan rutin yang dapat dikembangkan dalam pengembangan
lingkungan psikologis-kultural antara lain kegiatan upacara, senam pagi
bersama, membaca alquran dan doa pagi/ beribadah pagi lainnya, menyiapkan siswa
sebelum pembelajaran dimulai dan setelah pelajaran selesai, kegiatan sholat
berjamaah dan kegiatan keagamaan lainnya.
Iklim
Positif Dalam Pembelajaran
Untuk dapat menciptakan iklim positif dalam
suasana belajar di dalam kelas guru dapat membina suasana kelas dengan (1)
membuat aturan yang jelas, (2) memberikan arahan tentang tingkah laku yang bisa
dan tidak bisa diterima, dan memantau pelaksanaannya; dan (3) menjelaskan
akibat yang harus ditanggung bila murid melanggar aturan. Selain itu guru dapat
melakukan pendekatan-pendekatan personal dengan murid dimana hubungan
guru-murid yang kondusif bagi pengembangan suasana kelas yang sehat adalah
hubungan yang dilandasi oleh kesadaran, bahwa masing-masing memiliki peran
untuk mencapai tujuan bersama.
Teknik Penciptaan Iklim Kelas di KB
1. Kegiatan
pembelajaran yang terpenting adalah penataan tempat karena sangat berpengaruh
besarterhadap murid sendiri. Kondisi tempat yang tidak nyaman membuat
terhambatnya proses belajar mengajar. Jadi pengelolaan kelas merupakan kegiatan
yang menciptakan dan mengatur ruang kelas menjadi konduktif dan menyenangkan
bagi anak untuk proses belajar.
2. Prinsip
penataan ruang kelas adalah upaya pengelolaan ruang kelas yang dimulai dari
penentuan pusat yang akan digunakan anak untuk belajar dan bermain anak,
memberikan fasilitas dan sarana pendukung dalam belajar seperti alat peraga
edukatif.
3. Pemilihan
dan penggunaan perlengkapan ciri khas ruang paud adalah perlengkapan yang
digunakan seperti loker untuk menyimpan barang – barang milik anak. Pemilihan
meja dan kursi juga harus diperhatikan dari segi bahan dan bentuk. Bahan yang
digunakan juga bahan yang tidak terlalu ringan atau berat supaya anak dapat
dengan mudah untuk menggeser dan memindahkan barang.
4. Pengaturan
ruang kelas merupakan ruangan yang sangat penting bagi anak pada saat berada
disekolah. Ruang kelas juga perlu ditata sesuai dengan tema yang sudah
dilaksanakan. Pola tata ruang kelas antara kelas yang satu dengan kelas yang
lain harus berbeda-beda. Agar pola atau susunan berbagai perabot ruang seperti
meja, kursi, rak, almari serta aksesoris yang dibuat semenarik mungkin.
5. Setting
area kelas sangat dibutuhkan agar kelas dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Melalui area anak memperoleh kesempatan untuk memilih aktivitas atau kegiatan
yang mereka inginkan. Apalagi bila dilakukan dengan sistem kelas berpindah,
anak juga akan merasa senang dan nyaman dengan suasana kelas yang
berganti-ganti.
http://digilib.unila.ac.id/22297/3/SKRIPSI%20TANPA%20BAB%20PEMBAHASAN.pdf
sebaiknya rujukan ditulis sesuai kaidah karya ilmiah
ReplyDelete