TUGAS PERMAINAN
TUGAS
PENGELOLAAN
PENGEMBANGAN AUD
“PERMAIANAN
INDOOR DAN OUTDOOR”
Dosen Pengampu :
Dr. Anik
Lestariningrum, M.Pd

Oleh :
EGA SHABRINA (17.1.01.11.0007)
ELVIRA YOSI R. (17.1.01.11.0006)
ADEA JERY N. (17.1.01.11.0011)
BRIGHITA IKA S. (17.1.01.11.0019)
PRODI PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA
DINI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
2019
PERMAINAN
INDOOR
“BOTOL ASAH OTAK”
Permainan
botol asah otak ini merupakan permainan yang mampu meningkatkan kemampuan
kognitif. Dengan permainan yang menguji kemampuan otak pada perhatian dan
kecepatan, permainan ini bisa memperbaiki kemampuan kognitif, memori,
fleksibilitas, dan penyelesaian masalah atau sosial emosional. Sehingga
membantu tumbuh kembang anak. Permainan
ini digunakan untuk usia 3-4 tahun atau kelompok bermain.
Manfaat Permaianan Botol Asah Otak:
a.
Mengasah kemampuan motorik halus
Ketika
bermain anak secara tidak langsung akan belajar untuk mengambil botol dan
memegang bagian-bagian tubuh yang telah di instruksikan. Pada saat itu
kemampuan motorik halus anak akan terasah, anak akan belajar menggapai barang (botol),
menggenggam, dan menggerakkan keseimbangan tangan.
b.
Belajar koordinasi
Ketika
bermain koordinasi mata dan tangannyapun terlatih. Saat mendengarkan instruksi,
anak harus segera mungkin mengikuti instruksi yang telah diberikan.
c.
Mengenal anggota-anggota tubuh (kognitif)
Melalui
permainan ini anak dapat belajar menghafal anggota-anggota tubuh. Sehingga dalam menerima pembelajaran tentang
anggota-anggota tubuh dapat tersampaikan secara menyenangkan dan lebih mengena
terhadap anak.
d.
Belajar menyelesaikan masalah
Saat
bermain anak akan menemukan masalah atau kesulitan misalnya ketika anak kurang
berkonsentrasi maka anak akan mengalami kekeliruan dalam menerima instruksi
dapat diambil contoh ketika anak diberikan instruksi untuk memegang gelas tapi
karena anak kurang berkonsentrasi bisa jadi anak akan memegang kepala atau
lainnya. Sehingga anak tersebut akan mendapatkan hadiah pertanyaan dan jika
sudah mengalami kekalahan sebanyak tiga kali maka anak tersebut akan bernyanyi
di depan teman-temannya.
e.
Melatih kesabaran
Ketika
anak mengalami kegagalan dalam menerima instruksi yang diberikan maka anak akan
merasa kesal ataupun tidak mau mengikuti instruksi lagi. Kemudian ketika anak
mempunyai keinginan lagi untuk bermain, anak akan termotivasi untuk lebih
berkonsentrasi dan mau menerima kekalahan. Sehingga kesabarannya akan dilatih
melalui permainan ini.
f.
Membuat rasa percaya diri
Anak
akan merasakan percaya diri ketika anak dapat menyelesaikan permainan tersebut.
Rasa puas ketika anak dapat menjalankan instruksi dengan benar dan tetap mau
melanjutkan permainan meskipun mengalami kekalahan. Sehingga anak yang awalnya
kurang mempunyai tingkat rasa percaya diri yang tinggi akan terasah.
g.
Mempertajam ingatan
Dalam
permainan ini anak akan berusaha mengingat apa yang di intruksikan, misalnya
anak di instruksikan untuk memegang perut maka anak secara tidak langsung harus
mengingat kata perut dan dimana tempat yang tepat untuk perut dalam artian anak
harus memegang perut.
Alat Permainan Botol Asah Otak
Botol sebanyak 6 buah yang berisi macam-macam
biji-bijan misalkan (kacang hijau, jagung, ketan hitam, ketan putih, beras,
kedelai).
Cara Permainan dan
Aturan Permainan Botol Asah
Otak
Dua belas anak
berhadap-hadapan duduk kemudian botol
yang berisi biji-bijian diletakkan ditengah sebanyak 6 buah, guru memberikan
instruksi supaya memegang apa yang di instruksikan misalnya memegang pundak,
kepala, tangan, kaki, lutut, hidung, mata, rambut, telinga, perut, dada, hidung
dan botol yang berisi biji-bijian (misalkan, botol kedelai). Tujuan dari
permainan ini anak diminta untuk berlomba dalam memegang botol karna yang mengikuti permainan ada
12 anak dan botolnya berjumlah 6 buah maka anak yang tidak bisa mengikuti
instruksi akan mendapatkan hadiah berupa anak diminta untuk menebak apa yang
ada didalam botol dan menjawab pertanyaan dari guru yang terkait dengan botol
yang berisi biji-bijan dan pertanyaan tersebut dapat berupa konsep warna yang
ada pada biji-bijian. Kemudian permainan
ini diulang kembali dengan teknik permainan lebih cepat dari sebelumnya sehingga
tingkat konsentrasi anak akan teruji. Jika dalam permainan tersebut anak
melakukan kekalahan sebanyak tiga kali maka anak tersebut akan bernyanyi
didepan teman-temannya.
PERMAINAN
OUTDOOR
Little
Adventure
Diketahui bahwa
anak-anak begitu senang dan menikmati permainan. Telah terbukti bahwa permainan
dapat menjadikan suatu aktivitas pembelajaran yang sangat produktif. Ketika
kita ingin mengajarkan tentang konsep matematika pada anak maka melalui
permainan Little Adventure ini merupakan salah satu penerapannya. Dengan
mengajarkan konsep matematika melalui aktivitas bermain ini anak-anak lebih
aktif dan merasa senang melakukannya. Didalam permainan ini anak akan
memasangkan telur pada angka yang sesuai dengan jumlah telur. Permainan ini digunakan untuk usia 5-6 tahun atau
kelompok B.
Manfaat Permainan
Little Adventure
a.
Pengembangan keterampilan kognitif
Ketika
anak bermain permainan ini anak akan mengenal angka dan menghitung jumlah telur
sesuai dengan angkanya yang kemudian anak akan memasangkannya sehingga jumlah
telur yang dipasangkan pada angka harus sama. Hal ini akan membantu anak
belajar untuk meletakkan segala sesuatu yang bersesuaian, yang secara otomatis
membuat keterampilan kognitif anak terlatih. Permainan ini juga akan membantu
anak dalam mengenal angka, berhitung dan menghitung suatu konsep.
b.
Pengembangan keterampilan motorik kasar
dan halus
Dalam
permaianan ini aspek motorik kasar dan halus anak akan terlatih. Terbukti bahwa
motorik kasar anak akan terlatih ketika langkah pertama permianan ini yaitu
dengan bermain engklek atau gejlik yang terdapat 3 angka untuk melewatinya.
Kemudian anak disuruh untuk melewati kursi kecil. Disambung dengan anak
melewati gambar kaki yang terdapat angka pada gambar tersebut lalu anak diminta
untuk melompat sesuai dengan angkanya dan anak diminta untuk merangkak pada
gambar tangan sehingga tungkuan pada otot lutut dapat terstimulasi, anak
selanjutnya melewati botol yang tersusun sejumlah 3 untuk melewatinya anak
diminta untuk berlari secara zigzag. Dari sini koordinasi otot kaki anak akan
terstimulasi dengan baik sehingga motorik kasarnya dapat terbentuk pada
permainan ini.
Untuk
motorik halus dalam permainan ini yaitu anak harus memasangkan telur yang
sesuai dengan angkanya selain itu anak diminta untuk merangkak pada gambar
tangan. Sehingga motorik halus anak akan terstimulasi dengan baik dan tentunya
melalui teknik bermain yang menyenangkan dan bermakna.
c.
Mengembangkan koordinasi mata tangan dan
kaki
Permainan
ini dibuat untuk membantu anak untuk meningkatkan koordinasi mata, tangan dan
kaki. Anak akan dilatih untuk meletakkan potongan gambar telur yang tiap
potongan jumlahnya berbeda kemudian diletakkan ynag sesuai dengan jumlah
angkanya. Selain itu juga anak akan mengkoordinasikan kakinya dengan matanya
ketika pada tahap bermain engklek dan gambar kaki serta ketika melewati botol
secara zigzag. Cara ini dapat membuat
anak belajar melibatkan gerakan dan konsentrasi serta mengenali apa yang
terlihat pada waktu bersamaan.
d.
Melatih memecahkan masalah dan kesabaran
Salah
satu manfaat utama dari permainan ini adalah meningkatkan kemampuan anak untuk
memecahkan masalah ketika anak diminta untuk mengganungkan gambar jumlah telur
pada angka yang bersesuaian. Selain itu permainan ini juga melatih kesabaran
karena anak akan bertanding dengan teman yang berada disebelahnya agar
menyelesaikan permainan terlebih dahulu atau sampai pada finish terlebih dahulu
dengan syarat benar dalam memasangkan angka. Jika anak tidak dapat
menyelesaikan permainan atau tidak sampai finish terlebih dahulu maka kesabaran
anak akan teruji karena anak harus menerima kekalahnnya secara sportif.
Alat dan Bahan
Permainan Little Adventure
a.
Botol sebanyak 6 buah
b.
Tulisan angka
c.
Gambar telur
d.
Gambar kaki dan tangan
e.
Dingklik kecil
Cara Memainkan
Permainan Aturan Permainan Little Adventure
a.
Anak diminta untuk mengambil gambar
telur
b.
Anak melewati angka 1-3 dengan cara
engklek, ketika melewatinya anak tidak dapat berjalan secara engklek maka anak
tersebut harus kembali ke start.
c.
Anak melewati dingklik kecil ketika anak
mengalami kesalahan maka anak juga harus memulainya dari dingklik yang paling
awal.
d.
Kemudian anak memasangkan gambar puzzle
telur pada angka yang sesuai dengan jumlah telur. Jika anak salah memasangkan
maka anak tersebut harus mengulang lagi dari start.
e.
Untuk kembali ke finish anak harus melewati gambar berupa kaki dan tangan, apabila
anak melewati gambar kaki yang terdapat angkanya maka anak harus melompat
sesuai dengan jumlah angka yang terdapat pada gabar dan apabila anak melewati
gambar tangan maka anak harus berjalan secara merangkak. Dan jika anak tidak
melakukan sesuai dengan perintah maka anak tersebut akan mengulanginya dari
teknik
f.
Yang terakhir anak melewati botol yang
telah tersusun kemudian anak berlari melewati botol secara zigzag.
Comments
Post a Comment