TUGAS RESUME ARTIKEL SEMDIKJAR 3

TUGAS RESUME ARTIKEL SEMDIKJAR 3 
UNTUK MATA KULIAH PERENCANAAN PENGELOLAAN PAUD

Dosen Pengampu :
Dr. Anik Lestariningrum, M.Pd.

Nama Anggota :
1. Titania Widya Prameswari (17.1.01.11.0002)
2. Anida      (17.1.01.11.0024P)                          

PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI 
TAHUN 2019

                Resume Pengendalian Emosi Anak Usia Dini Melalui Metode Bermain
Kolaboratif (Studi Kasus Pada Anak Kelompok B1 di TK
Negeri Pembina Mojoroto)
Anik Lestariningrum1Isfauzi Hadi Nugroho2Kuntjojo3
Universitas Nusantara PGRI Kediri123
anikl@unpkediri.ac.id1, isfauzi@unpkediri.ac.id2, kuntjojo@unpkediri.ac.id3

Penelitian tersebut dilatarbelakangi dari hasil observasi peneliti yang menemukan sebuah kasus yang terjadi pada salah seorang anak kelompok B1 di TK Negeri Pembina Mojoroto yang menunjukkan adanya permasalahan terhadap pengendalian emosi, anak tersebut mudah marah dan bertindak agresif seperti mudah memukul temannya, sehingga sikap yang ditunjukkan anak dapat mengganggu temannya yang lain ketika proses pembelajaran.

Setelah peneliti melakukan observasi, peneliti melakukan pengumpulan data dengan mengamati anak selama proses pembelajaran, mewawancarai guru dan kepala sekolah untuk menemukan faktor penyebab anak bertindak agresif. Setelah mengumpulkan data, peneliti menemukan bahwa salah satu penyebab anak agresif yaitu perceraian orang tua. Seperti yang dikemukakan oleh Taylor (dalam Sarbini, dan Wulandari 2014) gangguan yang diakibatkan oleh perceraian bagi tumbuh kembang anak yaitu anak akan melalukan tindakan menghancurkan, merusak atau bahkan memusnahkan dimana tindakan tersebut tidak hanya merugikan dirinya sendiri tapi juga orang lain, selain faktor keluarga penyebab lain yang menimbulkan anak menjadi agresif adalah belum mampunya anak untuk beradaptasi pada suatu lingkungan sekolah yang baru. 

Setelah peneliti menemukan faktor faktor penyebab terjadinya permasalahan tersebut, peneliti menentukan metode yang akan digunakan untuk memperbaiki dan merubah perilaku anak. Metode yang digunakan yaitu metode bermain yang digabungkan dengan pembelajaran kolaboratif. Pembelajaran kolaboratif lebih menekankan pada kemampuan anak untuk bekerjasama dan bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan dalam kelompok. Dalam pembelajaran kolaboratif anak akan dituntut untuk melakukan tugas yang diberikan oleh guru secara berkelompok dan guru hanya bertindak sebagai fasilitator. Tahapan bermain kolaboratif antara lain : 
1. Merencanakan kegiatan yang akan dilakukan
2. Melaksanakan rancangan kegiatan
3. Mengevaluasi proses/kegiatan yang sudah dilakukan 
Dalam memilih metode bermain kolaboratif, guru harus memahami karakteristik dan keberagaman potensi serta kemampuan yang dimiliki oleh anak pada saat mengerjakan tugas secara bersama-sama.

Metode ini dipilih karena melalui metode bermain kolaboratif, anak yang mengalami permasalahan pengendalian emosi akan dituntut untuk bekerjasama satu sama lain dalam menyelesaikan tugas yang diberikan guru secara berkelompok. Dalam metode ini anak akan bertukar pendapat, saling menghargai, saling berargumentasi, dan saling memecahkan masalah secara bersama-sama, sehingga anak dapat mengendalikan/mengatur emosinya dan menurunkan egonya agar pendapatnya dapat diterima dalam kelompok tersebut. Diharapkan, melalui metode kolaboratif ini, dapat membangun kepekaan sosial (pengendalian emosi) pada diri anak, sehingga permasalahan yang terjadi di dalam kelas dapat terpecahkan dan anak memiliki pengendaliann emosi yang baik.  Menurut Medsker & Holdsworth, (dalam Suyani, 2019: 11)  anak yang diberikan pembelajaran kolaboratif akan memperoleh 3 hal utama yaitu memperoleh pengetahuan dengan mengajukan beragam pertanyaan saat di kelompoknya, memiliki sikap yang baik, dan juga memiliki keterampilan setelah melaksanan tugas di kelompoknya. Sedangkan menurut Mashar dan Hughes (dalam Mulyasa, Gandana, Muslim, 2017;221) melalui pembelajaran kolaboratif, anak akan mampu untuk menunggu giliran, mengungkapkan pendapat, membantu teman yang belum menyelesaikan tugasnya, dan membuat anak taat serta patuh terhada aturan yang telah dibuat. 

Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang dipakai terdiri dari 4 tahapan, yaitu (1) Pengumpulan kategori (2) Interpretasi langsung (3) Peneliti membentuk pola kesepadanan (4) pengembangan generalisasi naturalistik

Hasil yang diperoleh setelah peneliti menerapkan metode bermain kolaboratif pada proses pembelajaran, baik secara proyek kelompok maupun pembelajaran individual diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa adanya peningkatan dan kemajuan kemampuan anak dalam hal pengendalian emosi. Anak mampu menyesuaikan emosi secara wajar, bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan agar lingkungan dapat menerimanya. 

Comments

Popular posts from this blog

Pentingnya Perencanaan Pembelajaran Anak Usia Dini

MAKNA, TUJUAN, FUNGSI, DAN PRINSIP PENGEMBANGAN ANAK USIA DINI