Tugas Resume Artikel Semdikjar 3


Tugas Resume Artikel Semdikjar 3 untuk mata kuliah Perencanaan Pengelolaan AUD

Dosen Pengampu:
Dr. Anik Lestariningrum, M.Pd.




Nama Anggota:
Endang Sri Handayani         (17.1.01.11.0016)
Niken Ayu Saptiwi                 (17.1.01.11.0018)


PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSIATAS NUSANTARA PGRI KEDIRI
TAHUN 2019


Resume Pengendalian Emosi Anak Usia Dini Melalui Metode Bermain
Kolaboratif (Studi Kasus Pada Anak Kelompok B1 di TK
Negeri Pembina Mojoroto)

Anik Lestariningrum1, Isfauzi Hadi Nugroho2, Kuntjojo3
Universitas Nusantara PGRI Kediri123
anikl@unpkediri.ac.id1, isfauzi@unpkediri.ac.id2, kuntjojo@unpkediri.ac.id3

Konsep pengembangan anak usia dini yang meliputi beragam aspek termasuk di dalamnya adalah kemampuan mengendalikan emosi secara wajar.
Permasalahan yang muncul pada anak saat belum dapat mengendalikan diri secara emosi baik adalah ketidakmampuan menyesuaikan dalam situasi baru, belum mampu mengatur dirinya sendiri karena kurang paham hak dan kewajiban tugasnya, mengendalikan diri secara wajar dengan masih seringnya egosentris muncul sikap mau menang sendiri serta marah yang tidak terkendali apabila kurang sesuai dengan keinginannya.
Guru merancang pengalaman belajar akan sangat menentukan terkait kebermaknaan dan juga perolehan pengalaman anak secara menyeluruh.
Pembelajaran akan mengatur kegiatan-kegiatan berhubungan dengan lingkungan penerimaan social juga, dimana guru perku mengkonsep suatu proses pembelajaran kreatif yang akan membuat anak bisa bermakna. Prinsip dasar kolaboratif ini adalah terjalinnya kerjasama antar kelompok dimana akan menjadi lawan sebagai ajang kompetensi yang menggabungkan masing keunggulan individu.
Pendidik harus bisa mengakomodasi kekhasan karakteristik anak berdasarkan tahapan perkembangannya.
Berdasarkan observasi yang dilakukan di Kelompok B1 TK Negeri Pembina Mojoroto ditemukan sebuah kasus salah anak apabila melakukan kegiatan bersama di kelas menunjukkan sikap emosi sering mudah meledak, marah yang tidak berasalan, memukul temannya, meskipun anak ini mau mengerjakan tugas individunya sampai tuntas tetapi guru sering memberikan motivasi dan mengarahkan anak tersebut tentang pengendalian emosi sewajarnya dan bagaimana ia harus bersikap terhadap teman-teman di lingkungan kelompok kelasnya.
Berdasarkan wawancara yang dilakukan dengan guru kelas dan juga kepala sekolah, peneliti memperoleh data bahwa masa lalu dari sebelum anak ini bersekolah serta aktifitas  selama di kelas yang ternyata apa yang dicapai anak sekarang sudah mulai menurun. dilakukan koordinasi untuk membuat rancangan pembelajaran dengan guru kelas supaya masalah pengendalian emosi dapat dijadikan fokus tujuan pembelajaran di kelompok B1.
collaborative learning is an educational approach to teaching and learning that involves groups of students educational appoaach to teaching and learning that involves groups of students working together to solve a problem, complete a task, or create a product. Menjelaskan batasan bahwa pengembangan kolaborasi menekankan akan pentingnya pengalaman awal bermakna serta pemecahan masalah secara intelektual juga sebagai aspek pengaruh sosial juga dalam hidup berkelompok fungsinya mencari pemecahan masalah melalui bertanya serta menghasilkan produk tentunya sesuai usia anak usia dini.
Penegasan utama ketika seorang anak belajar kolaboratif berdasarkan pada keberagaman kemampuan anak dalam bekerja sama di masing kelompok dengan menggabungkan potensi individual anak.
Anak akan bertukar pendapat, anak saling menghargai, anak berbeda pendapat saling beragumentasi serta bagaimana memecahkan masalah yang diterima oleh kelompok. Harapan terbesar rancangan kegiatan bersama bermain kolaboratif ini akan memecahkan masalah yang dialami oleh kelas sebagai upaya agar kelas anak masing-masing memiliki kepekaan sosial mulai dari pengendalian emosi individu dulu.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Metode pengumpulan data melalui 3 teknik yaitu wawancara, observasi dan juga dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori Stake, dalam Creswell, (dikutip Ananda, Kristiana, 2017: 259) terdapat 4 tahapan yaitu (1) pengumpulan kategori, (2) Interpretasi langsung, (3) Peneliti membentuk pola kesepadanan, (4) pengembangan generalisasi naturalistik.
Pembahasan hasil penelitian perubahan sikap pengendalian diri anak juga berubah karena ada kebiasaankebiasaan yang harus dipelajari untuk bisa mengahargai, memahami ketika berada di sebuah kelompok saat mengerjakan sebuah tugas, ada keterampilan yang harus dikuasai dari konsep pengetahuan tertentu.
Melalui kegiatan bermain kolaboratif ketika harus berkomunikasi, anak belajar menghargai, belajar mengendalikan dirinya karena ragam main yang dikerjakan ada teman lain di sekitarnya yang perlu juga menyelesaikan tugasnya.
Pembelajaran bermain kolaboratif akan menghasilkan anak bisa menunggu giliran bermain, giliran mengungkapkan pendapat, giliran menyelesiak tugasnya , giliran membereskan mainan dan membantu teman yang belum menyelesaikan tugas dan membuat anak taat aturan patuh pada kesepakatan yang dibuat bersama Mashar dan Hughes, (dalam Mulyasa, Gandana, Muslim, 2017;221).
Kesimpulan melalui model bermain kolaboratig dapat disimpulkan bahwa: anak yang di observasi melalui kegiatan pembelajaran berbasis bermain melibatkan kerjasama kolaboratif dalam mengerjakan tugasnya sudah bisa mencapai hasil BSH (Berkembang Sesuai Harapan) saat mengkomunikasikan hasil karyanya.

Comments

Popular posts from this blog

Pentingnya Perencanaan Pembelajaran Anak Usia Dini

MAKNA, TUJUAN, FUNGSI, DAN PRINSIP PENGEMBANGAN ANAK USIA DINI