PENERAPAN
PEMBELAJARAN LOOSE PART
DI PAUD
DARUSSALAM KEDIRI
Tugas
dalam rangka memenuhi UAS Mata Kuliah Pengelolaan Pengembangan Kegiatan
Anak
Usia Dini
Oleh
:
Hajar
Yaumil Faizah
NPM :17.1.01.11.0013
PRODI
PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU KEPENDIDIKAN
UNIVERSITAS
NUSANTARA PGRI KEDIRI
2019
Pertanyaan 1 :Mengapa Loose Part sangat cocok dalam pembelajaran anak usia dini?
Jawab : Teori LoosePart dikembangkan oleh Simon
Nicholson (1971). LoosePart sendiri berarti bahan yang dapat dipindahkan, di bawa, digabungkan, dirancang ulang,
disusun, dipisahkan, dan disatukan kembali dengan berbagai cara. Penerapan LoosePart dapat dilakukan di luar maupun
di dalam kelas. Bahan LoosePart
bukanlah suatu bahan yang permanen, maka anak dapat dengan mudah berkreasi
sesuai imajinasi mereka. Bahan yang dapat digunakan untuk penerapan LoosePart yaitu bahan dasar alam Menurut
Jean Jacques Rousseau (1712-1778) Konsep “kembali ke alam” dan pendekatan yang
bersifat alamiah berarti anak akan berkembang secara optimal, tanpa hambatan.
Menurutnya pula bahwa pendidikan yang bersifat alamiah menghasilkan dan memacu
berkembangnya kualitas semacam kebahagiaan, spontanitas dan rasa ingin tahu
yang tinggi. Selain bahan
alam, bisa juga bahan dari plastik,
bahan dari logam, bahan dari kayu, bahan dari keramik atau kaca, bahan dari
benang / kain, bahan dari bekas kemasan, sehingga lebih hemat dan ekonomis jika
melakukan penerapan LoosePart dalam mendukung kegiatan pembelajaran di
lembaga PAUD. Dengan penerapan LoosePart anak didik dapat mengetahui kalau bahan bekas bisa diolah
dan dimanfaatkan kembali.
Mengapa
menggunakan Loose Parts dalam pembelajaran anak usia dini?
Dikarenakan
Loose part merupakan media bahan ajar yang kegunaannya dalam pembelajaran anak
tidak pernah ada habisnya. Juga bahan ajar loose part dapat digunakan sebagai
alat untuk mengeksplorasi berbagai aspek : Pemecahan masalah, Kreativitas,
Konsentrasi , Motorik halus, Motoric kasar, Sains (Sience), Pengembangan bahasa
(Literasi), Seni (Art), Logika berpikir Matematika (Math), Teknik
(Engineering), Teknologi (Tecchnology)
Tujuan
Pembelajaran dengan bahan ajar Loose Parts
a. Anak
- anak akan menjadi kreatif dengan adanya prinsip penggunaan bahan ajar loose
parts, mereka bebas berkreasi membongkar pasang bahan ajar sesuai dengan
imajinasi mereka
b. Anak-anak
akan belajar menghargai bahan-bahan atau benda-benda di sekeliling mereka,
seperti bahan loose parts alam.
c. Anak-anak
juga akan dapat ikut memelihara lingkungan ketika mereka memahamai bahwa
barang-barang bekas dapat didaur ulang dan dijadikan sebagai bahan untuk
bermain dan berkativitas merakitnya menjadi barang yang berguna.
d. Akan
mengembangkan sikap ekonomis anak
Pertanyaan 2: Bagaimana desain penerapan Loose Part di sekolah anda?
Jawab :Guru menata lingkungan main anak sebelum kegiatan dimulai
dengan melibatkan keluarga, orang tua wali atau guru teman sejawat dalam proses
pembelajaran. Guru menggunakan
model pembelajaran sesuai dengan model pembelajaran Kelompok
(sesuai dengan lembaga masing-masing), dengan 3
kegiatan inti dan kegiatan pengaman. Guru meletakkan kegiatan main yang akan
dilakukan anak sesuai dengan idensitas kegiatan. Ketika kegiatan pembukaan, anak duduk
melingkar dibawah, hal ini dimaksudkan agar anak lebih mudah untuk melakukan
proses pengamatan mengenai tema atau materi yang dibahas pada hari itu
(pembekalan pembelajaran), sehingga anak akan memperoleh informasi yang utuh
dan lengkap mengenai materi pembelajaran yang dibahas pada hari tersebut. Dalam
hal ini, guru hanya bertindak sebagai fasilitator dan pembelajaran berpusat
pada anak. Untuk kegiatan inti, lebih memberikan
kesempatan kepada peseta didik dalam memilih atau melakukan kegiatan sendiri
sesuai dengan minatnya. Pada
saat kegiatan inti guru melakukan moving class pada tiap-tiap kelompok
kegiatan, serta guru melakukan observasi (pengamatan) pada anak secara
individual untuk melihat kemampuan anak dan membimbing anak ketika ada anak
yang tidak mau melakukan kegiatan atau mengalami kesulitan ketika mengerjakan
kegiatan. Setelah anak selesai dengan 3 kegiatan inti anak
diarahkan untuk berkreasi di zona pengaman selain menyediakan benda-benda
pengaman disebelahnya ada zona kreasi yaitu display Loose Part. Anak
berkreasi sekreatif mungkin untuk meningkatkan HOTS nya anak. Setelah anak
selesai mengerjakan gambaran seperti apa yang anak dapat dalam penyampaian
materi pembelajaran yang sudah disampaikan guru di awal atau di waktu
pembukaan. Sembari menunggu teman yang lain dalam menyelesaikan tugasnya dan
menunggu waktu istirahat tiba. Di zona kreasi ini anak dituntut untuk
menyelesaikan masalahnya sesuai kemampuannya, melatih komunikasi, kolaborasi,
kreatifitasnya dan kritis dalam berpikir.
Tema / Sub Tema : Lingkunganku
/ Sekolah
Langkah :
1.
Guru
menyiapkan display loose part, kemudian menjelaskan tema kegiatan hari ini
dengan duduk melingkar
2.
Guru
menyampaikan alat dan bahan pada loose part. Di sini anak antusias karena alat
dan bahan tersebut biasa dijumpai di lingkungan tempat tinggalnya
3.
Guru
memberikan waktu pada anak-anak untuk mulai berkreasi sesuai densitas yang
telah disediakan
Pertanyaan 3: Bagaminana kendala
saudara ketika menerapkan pembelajaran menggunakan Loose Part di sekolah anda?
Jawab
:
Loose part ini merupakan terobosan baru dimana guru murni sebagai fasilitator, tidak
diizinkan memberi contoh pada masing-masing densitas. Bagi anak yang imajinasi
tinggi (karena terasah dari
lingkungannya) tanpa diberi petunjuk dia langsung membuat apapun yang ada
difikirannya. Beda dengan anak yang selalu diberi contoh, monoton, dengan
pembelajaran loose part ini dia merasa kesulitan, bahkan bingung mengawalinya
dari mana.
Daftar Referensi:
The
Theory of Loose Parts – WIDE School






Casinos Near Me - Mapyro
ReplyDeleteFind Casinos Near Me in 동해 출장마사지 Las Vegas, NV, 포천 출장마사지 United States and more 진주 출장마사지 nearby. and more at MGM National Harbor. MGM National Harbor 밀양 출장샵 is where the Seminole Hard Rock Hotel and Casino Hotel was 용인 출장안마 first